Jakarta Luncurkan Jalan Alternatif 1,8 Km Kelapa Gading-Pulogadung untuk Atasi Kemacetan

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah merancang jalur alternatif sepanjang 1,8 kilometer yang menghubungkan Kelapa Gading dan Pulogadung. Jalan ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antara Jakarta Utara dan Jakarta Timur, serta diharapkan mampu mengurangi kemacetan di Jalan Perintis Kemerdekaan yang selama ini menjadi titik padat arus lalu lintas.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan jalan tembus ini telah ada sejak tahun 2006 dan baru mulai dilaksanakan pada tahun 2009. Saat ini, pemerintah daerah tengah berupaya untuk menyelesaikan proyek infrastruktur yang diyakini akan memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat.
Pramono juga menekankan pentingnya Dinas Bina Marga untuk memprioritaskan penyelesaian proyek-proyek yang masih tertunda, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur yang krusial bagi pergerakan warga dan perkembangan kota secara keseluruhan.
“Proyek yang belum selesai dan dapat memberikan manfaat signifikan bagi perkembangan kota, khususnya dalam hal transportasi, harus menjadi prioritas kami untuk diselesaikan. Ini termasuk jalan alternatif ini serta sejumlah jalur di Pasar Minggu yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” jelas Pramono setelah meninjau lokasi proyek pada 9 Oktober 2026.
Jalan tembus yang menghubungkan Kelapa Gading dan Pulogadung ini dirancang untuk menjadi salah satu jalur alternatif yang mengaitkan berbagai kawasan strategis di Jakarta Utara dan Jakarta Timur.
Ruas jalan ini juga berfungsi sebagai akses penting bagi kendaraan dari Bekasi menuju Jakarta. Selain itu, jalan ini akan menghubungkan kawasan Rumah Sakit Gading Pluit dengan Terminal Pulogadung, memperlancar akses masyarakat ke fasilitas kesehatan dan transportasi.
Dengan panjang yang mencapai 1,8 kilometer, jalan ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan rute bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan antar kawasan di Jakarta.
Adanya jalur alternatif ini juga diharapkan dapat mendukung kelancaran arus lalu lintas, terutama di Jalan Perintis Kemerdekaan yang selama ini menjadi sorotan dalam upaya mengatasi kemacetan yang kerap terjadi.
Meski demikian, dampak positif terhadap kelancaran lalu lintas baru akan terlihat setelah seluruh proses konstruksi selesai dan jalan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Pembangunan jalan tembus antara Kelapa Gading dan Pulogadung bukanlah proyek yang baru. Pramono menjelaskan bahwa rencana untuk membangun jalur ini sudah ada sejak 2006, dan pengerjaannya baru dimulai pada 2009.
Penyelesaian proyek ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menyelesaikan infrastruktur yang dianggap sangat penting bagi kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Selain proyek jalan tembus Kelapa Gading-Pulogadung, Pramono juga menyoroti pentingnya penyelesaian proyek jalan di kawasan Pasar Minggu sebagai salah satu fokus utama yang perlu ditangani segera.
➡️ Baca Juga: Menggali Kenikmatan Wisata Kuliner Semarang di D’Kambodja Heritage oleh Anne Avantie Bersama BRI
➡️ Baca Juga: Kementerian Agama Pastikan Penyelenggaraan Haji Lebih Transparan




