uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
lifestyle

Kawai Labiba Hadapi Tantangan Menjadi Hantu di Film Putri Jangan Gentayangan Lagi dengan Lensa Putih dan Digantung

Berperan sebagai hantu dalam film bukan hanya soal menakut-nakuti di depan kamera. Kawai Labiba menghadapi beragam tantangan teknis yang unik selama proses syuting film horor terbarunya, “Putri Jangan Gentayangan Lagi”. Dari penggunaan lensa kontak putih yang membatasi pandangan, hingga mengenakan alat pengaman berupa sling, Kawai harus tetap mampu mengekspresikan emosinya meski harus digantung untuk memenuhi kebutuhan adegan tertentu.

Dalam film yang disutradarai oleh Rizal Mantovani ini, Kawai mendapatkan kepercayaan untuk memerankan Amanda Rizky Saputri, atau yang lebih dikenal sebagai Putri, sosok arwah yang memiliki peran krusial dalam alur cerita. Pengalaman ini sangat berarti baginya, karena ini adalah pertama kalinya Kawai diberi kesempatan untuk memerankan karakter yang sudah meninggal.

Kawai mengungkapkan bahwa pengalaman yang ia peroleh selama terlibat dalam produksi film ini sungguh tak terlupakan. Ia merasakan bahwa memerankan sosok arwah memberikan dimensi baru dalam akting yang berbeda dari proyek-proyek sebelumnya yang pernah dijalaninya.

“Jujur, sampai saat ini saya masih dibayangi oleh pengalaman luar biasa ini, bisa terlibat dalam proyek film ‘Putri Jangan Gentayangan Lagi’. Ini adalah kali pertama saya berperan sebagai arwah,” kata Kawai saat konferensi pers di Jakarta Selatan pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Kawai adalah penggunaan lensa kontak putih. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar proses syuting mengharuskannya untuk mengenakan lensa tersebut, yang sangat membatasi visibilitasnya.

Kawai bahkan menyebutkan bahwa sekitar 60 persen dari waktu syuting dilakukan dengan menggunakan lensa kontak putih. Keterbatasan ini memaksanya untuk mengandalkan petunjuk dari kru dan mengingat posisi serta gerakannya selama adegan berlangsung.

“Menariknya, saat berperan sebagai Putri, saya bisa bilang bahwa 60% dari proses syuting itu saya menggunakan lensa kontak putih. Terkadang saya benar-benar lupa, karena saya tidak bisa melihat apa-apa,” ungkap Kawai.

Yang menarik, keterbatasan penglihatan ini justru memberikan Kawai pengalaman yang mengejutkan saat ia akhirnya menyaksikan hasil akhir film. Ia mengungkapkan bahwa baru setelah melihat film tersebut, ia benar-benar menyadari bagaimana adegan-adegan yang telah ia perankan terlihat setelah dipadukan dengan efek visual yang telah ditambahkan.

➡️ Baca Juga: Bahaya Menghirup Abu Vulkanik Menurut Dokter Paru: Pentingnya Menggunakan Masker dan Pelindung Lainnya

➡️ Baca Juga: Trump Mengajak Negara Pengimpor Minyak Tingkatkan Keamanan di Selat Hormuz

Related Articles

Back to top button