Kanada Terapkan Tarif Balasan untuk Produk AS, Simak Rincian Lengkapnya

Perang dagang antara Kanada dan Amerika Serikat kini memasuki fase baru yang signifikan. Pemerintah Kanada telah resmi menerapkan tarif balasan terhadap barang-barang asal AS dengan total nilai mencapai CAD 27,6 miliar (sekitar Rp352,2 triliun).
Berdasarkan laporan yang beredar, tindakan balasan ini mulai berlaku pada Selasa, 8 September 2026, pukul 00:01 waktu setempat, dan dirancang untuk sejalan dengan ketentuan “dolar per dolar” yang terdapat dalam Pasal 338 UU Tarif 1930 di AS.
Kanada menetapkan tarif yang bervariasi, mulai dari 15%, 25%, hingga 50% pada produk-produk impor dari AS. Ini mencakup berbagai komoditas penting, seperti baja, susu, peralatan pertanian, bubur kertas, serta produk elektronik.
Pemerintah Kanada menegaskan bahwa tarif balasan ini hanya berlaku untuk produk yang berasal dari AS dan tidak akan dikenakan pada barang-barang yang sedang dalam proses transit pada saat penerapan tarif. Keputusan ini muncul setelah dialog bilateral antara kedua negara gagal mencapai kesepakatan pada akhir Agustus, yang mendorong Presiden AS untuk menerapkan tarif sebesar 50% pada produk yang diimpor dari Kanada.
Tindakan AS tersebut secara spesifik menargetkan produk seperti baja, aluminium, kayu, dan komponen otomotif. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 338 dari UU Tarif, yang memberi hak kepada Presiden AS untuk memberlakukan tindakan balasan terhadap hambatan perdagangan yang ada.
Ketegangan dagang antara AS dan Kanada semakin meningkat, terutama di bawah kepemimpinan Presiden Trump. Beliau telah mengeluarkan serangkaian tarif impor dan langkah-langkah balasan yang memperburuk situasi.
Presiden Trump juga sering mengkritik ketidakseimbangan perdagangan antara AS dan Kanada, menyebutnya sebagai salah satu alasan utama untuk memberlakukan tarif terhadap negara tetangganya tersebut. Ia bahkan menuduh Ottawa melakukan praktik curang dalam perdagangan.
➡️ Baca Juga: Pilot Malaysia Ditangkap di Indonesia, Diduga Selundupkan Narkoba Sejak 2024
➡️ Baca Juga: Menjaga Kualitas Produk Stabil Selama Proses Produksi Massal yang Efektif




