pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

TPA Galuga Ditutup Sementara untuk Mempercepat Proses Pemadaman Sampah

Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengambil langkah untuk menutup sementara TPA Galuga, yang terletak di Cibungbulang, selama satu hari pada hari Selasa. Penutupan ini bertujuan untuk mempercepat proses pemadaman kebakaran yang terjadi di area tersebut.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menjelaskan bahwa penutupan tersebut diperlukan agar akses menuju TPA dapat dimaksimalkan untuk distribusi air dan pergerakan tim pemadam kebakaran. Dengan langkah ini, diharapkan upaya pemadaman dapat dilakukan dengan lebih efisien.

“Pada hari ini, 8 September, kami memutuskan untuk menghentikan pelayanan TPA Galuga selama satu hari. Hal ini bertujuan agar semua jalur akses menuju TPA dapat digunakan secara optimal untuk distribusi air dan dukungan dari tim pemadam kebakaran,” ungkap Rudy saat melakukan peninjauan di lokasi pada Selasa.

Bupati juga telah menginformasikan keputusan ini kepada Pemerintah Kota Bogor, mengingat TPA Galuga berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah untuk kedua wilayah, baik Kabupaten maupun Kota Bogor.

Rudy menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat penutupan sementara layanan pengelolaan sampah ini. Ia berharap langkah ini dapat mempercepat proses pemadaman sehingga kebakaran tidak berlarut-larut.

“Saya berharap kita bisa mengatasi masalah ini hari ini juga,” tambahnya.

Menurut penjelasan Rudy, akses menuju lokasi kebakaran menjadi tantangan utama dalam upaya pemadaman. Titik api berada di bagian belakang TPA, yang sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam kebakaran.

Petugas pemadam kebakaran harus menyambungkan sejumlah selang hingga mencapai panjang antara 400 hingga 500 meter. Jarak yang cukup jauh ini menyebabkan tekanan air menurun saat sampai ke titik api.

Kebakaran di TPA Galuga mulai terjadi pada Senin, 7 September, sekitar pukul 16.00 WIB dan semakin membesar menjelang tengah malam. Meskipun api dapat mulai dikuasai sekitar pukul 03.30 WIB, masih terdapat beberapa titik api yang tersisa hingga pagi hari Selasa.

Rudy menjelaskan bahwa kebakaran tersebut diduga berasal dari lahan pertanian yang berbatasan langsung dengan TPA Galuga. Api kemudian merambat ke area pembuangan sampah lama yang tidak lagi digunakan, bukan ke tumpukan sampah aktif.

Proses pemadaman melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, TNI, serta Polres Bogor. Pihak kepolisian juga mengerahkan kendaraan water cannon, sementara TNI Angkatan Udara turut berkontribusi dalam pemadaman dengan menggunakan teknik water bombing.

Tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat kebakaran ini. Namun, luas area yang terbakar serta penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.

➡️ Baca Juga: Bazar Fashion Lokal Semakin Ramai Menjelang Lebaran, Temukan Koleksi Terbaru Anda

➡️ Baca Juga: Ekonomi Syariah Sebagai Pilar Utama Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Related Articles

Back to top button