Erupsi Gunung Anak Krakatau Mengancam, Indonesia Batalkan Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

Jakarta – Pelaksanaan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta kini menjadi perhatian utama setelah erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda memicu penyebaran abu vulkanik ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Jakarta dan Bandung. Situasi ini telah menimbulkan spekulasi di media sosial mengenai kemungkinan terganggunya turnamen yang dijadwalkan menjadi salah satu agenda bagi Timnas Indonesia pada akhir September mendatang.
Timnas Indonesia dijadwalkan akan berperan sebagai tuan rumah dalam ajang tersebut. Skuad Garuda akan bertanding di Grup A, bersaing dengan Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Seluruh pertandingan fase grup yang melibatkan Indonesia direncanakan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta, sementara Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung juga dipersiapkan sebagai salah satu venue untuk FIFA ASEAN Cup 2026.
FIFA ASEAN Cup 2026 direncanakan berlangsung dari 26 September hingga 6 Oktober 2026. Dengan waktu sekitar tiga pekan yang tersisa sebelum turnamen dimulai, perhatian kini tertuju pada situasi Gunung Anak Krakatau yang dalam beberapa hari terakhir telah menarik perhatian publik terkait faktor keselamatan dan kualitas udara.
Abu vulkanik yang dihasilkan dari aktivitas erupsi dilaporkan telah menyebar ke beberapa wilayah, dan masyarakat di beberapa daerah telah diimbau untuk mengenakan masker sebagai langkah pencegahan.
Kekhawatiran terkait kemungkinan pembatalan FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia muncul di media sosial. Salah satu akun di platform X menyoroti hubungan antara aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan pelaksanaan turnamen di Jakarta.
“FIFA ASEAN Cup terancam tidak jadi diadakan di Indonesia akibat erupsi,” ungkap akun tersebut dalam sebuah cuitan yang dipublikasikan pada Senin, 7 September 2026.
Kekhawatiran ini terutama berfokus pada kualitas udara dan keselamatan jika penyebaran abu vulkanik masih berlangsung saat pertandingan dijadwalkan berlangsung.
Namun, hingga saat ini, isu tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi dari PSSI atau FIFA. Belum ada pengumuman yang menyatakan bahwa FIFA ASEAN Cup 2026 dibatalkan atau dipindahkan dari Indonesia. Dengan demikian, jadwal turnamen tetap mengacu pada rencana awal yang telah ditetapkan.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau memang telah memberikan dampak signifikan terhadap sektor penerbangan. Menurut pemantauan dari BMKG pada Senin (7/9/2026), sebaran abu vulkanik telah terdeteksi di berbagai wilayah dan berdampak pada operasional penerbangan.
➡️ Baca Juga: Latihan Gym Rutin untuk Mempertahankan Energi Optimal Sepanjang Hari
➡️ Baca Juga: Perbandingan Harga PCX 160 dan Nmax 2026, Selisih Varian Termurah Hanya Rp435 Ribu




