happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Trump Menegaskan Harus Memilih Antara Mencapai Kesepakatan atau Menghancurkan Iran

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 22 September, menyatakan harapannya agar kesepakatan dengan Iran dapat tercapai sebelum situasi menjadi lebih kritis.

Dalam pidatonya, Trump mengungkapkan bahwa ia dihadapkan pada pilihan sulit: mencapai kesepakatan dengan Iran atau memilih untuk “menghancurkan” negara tersebut.

“Semoga mereka segera mengambil keputusan yang tepat sebelum semuanya terlambat. Akan ada saatnya ketika semua peluang akan hilang,” ungkap Trump di tengah acara Sidang Majelis Umum PBB.

Presiden AS tersebut menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh Amerika Serikat untuk mengisolasi Iran secara finansial telah sepenuhnya terlaksana, termasuk upaya untuk memberikan tekanan yang signifikan terhadap Teheran melalui inisiatif yang dinamakan Operasi Economic Outcast.

Di akhir bulan Agustus lalu, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menjelaskan lebih lanjut mengenai Operasi Economic Outcast.

Kampanye isolasi ini bertujuan untuk menargetkan Iran dan negara-negara yang mendukungnya, dengan maksud untuk memblokir segala sumber pendapatan yang dapat digunakan oleh Teheran untuk mendanai berbagai aktivitasnya.

Pada tanggal 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan tindakan setimpal. Setelah berbulan-bulan terlibat dalam aksi saling serang, pada pertengahan Juni, kedua negara menandatangani sebuah memorandum yang berisi kesepakatan untuk menghentikan permusuhan.

Akan tetapi, ketegangan kembali meningkat dalam waktu singkat setelah itu, dan aksi saling serang dilanjutkan.

Saat ini, konflik yang berkepanjangan ini masih belum menemukan titik terang. Namun, Washington tampaknya memilih untuk meningkatkan tekanan ekonominya terhadap Republik Islam, dengan harapan dapat mengakhiri konflik tersebut melalui penambahan tekanan finansial yang lebih besar terhadap Teheran.

➡️ Baca Juga: John Herdman dan Luke Vickery Tampil Perdana Lawan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

➡️ Baca Juga: Fitur Rahasia dalam Game Resident Evil Requiem yang Wajib Anda Ketahui

Related Articles

Back to top button