Persiapan Kehamilan: Pentingnya Pemeriksaan Kesuburan Sebelum Memulai Proses

Memiliki anak adalah impian banyak pasangan, namun proses kehamilan tidak selalu berjalan mulus. Bagi mereka yang berencana untuk memiliki keturunan, mempersiapkan kesehatan secara menyeluruh sejak awal merupakan langkah penting yang tidak boleh diabaikan.
Persiapan untuk kehamilan tidak hanya melibatkan kesehatan wanita, tetapi juga kesehatan dan kesuburan pria yang berperan krusial dalam meningkatkan peluang terjadinya konsepsi. Oleh karena itu, melakukan pemeriksaan kesuburan secara bersamaan sangat dianjurkan agar kedua pasangan dapat memahami kondisi kesehatan reproduksi masing-masing.
Pemeriksaan kesuburan di awal tidak hanya membantu mengetahui kondisi fisik, tetapi juga memberikan wawasan tentang faktor-faktor yang dapat memengaruhi peluang kehamilan. Pengetahuan ini sangat penting untuk merancang program kehamilan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasangan.
Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan jika kehamilan belum juga terjadi setelah beberapa waktu mencoba. Dengan mengetahui kondisi kesehatan kedua pasangan, dokter dapat memberikan saran yang lebih tepat, sehingga program kehamilan tidak hanya didasarkan pada spekulasi.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Cynthia Agnes Susanto, BMedSc, Sp.OG, FIICOG, menekankan pentingnya pemeriksaan kesuburan bagi kedua pasangan, bukan hanya bagi wanita. Hal ini untuk memastikan bahwa semua faktor yang mungkin memengaruhi kesuburan dapat diperiksa secara menyeluruh.
Menurut dr. Cynthia, ada banyak faktor yang dapat memengaruhi kesuburan, baik dari pihak perempuan maupun laki-laki. Oleh karena itu, melakukan pemeriksaan awal memungkinkan pasangan untuk memahami kondisi masing-masing dengan lebih baik dan menentukan langkah-langkah yang sesuai dalam program kehamilan.
“Program hamil (promil) bukan sekadar mencari tahu siapa yang bermasalah, tetapi lebih kepada memahami kondisi pasangan secara komprehensif agar penanganan dapat dilakukan dengan lebih tepat,” jelas dr. Cynthia dalam sebuah wawancara baru-baru ini.
Melalui edukasi ini, Klinik Fertilitas mendorong pasangan untuk lebih proaktif dalam melakukan pemeriksaan kesuburan dan tidak menunda konsultasi jika kehamilan belum terwujud.
Sehubungan dengan program kehamilan, klinik tersebut baru-baru ini menyelenggarakan acara Bocah Family Reunion. Acara ini bertujuan untuk merayakan perjalanan panjang pasangan yang berjuang untuk mendapatkan momongan, dari masa harapan, pemeriksaan kesuburan, hingga akhirnya menyambut kehadiran buah hati.
Salah satu momen yang paling mengharukan dalam acara tersebut adalah kehadiran Beatrice, bayi tabung pertama yang lahir dari program IVF pada Januari 2020. Beatrice lahir setelah lima tahun menunggu, dan enam tahun setelah kelahirannya, ia kembali bersama ibunya, Kartika, menjadi simbol nyata bahwa harapan yang dulunya diperjuangkan kini telah menjadi kenyataan yang membahagiakan.
➡️ Baca Juga: Manfaat Bersepeda ke Tempat Kerja dalam Mendukung Gaya Hidup Sehat yang Optimal
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Mengurangi Durasi Rapat untuk Meningkatkan Efisiensi Waktu Kerja Harian




