Kalteng Siapkan ‘Rumah Oksigen’ dan Distribusi Masker untuk Atasi Dampak Karhutla

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berupaya untuk mengatasi dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap mengganggu kesehatan masyarakat.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, telah menyiapkan program ‘Rumah Oksigen’ di berbagai lokasi serta membagikan masker gratis kepada masyarakat untuk mengurangi risiko kesehatan akibat asap yang menyebar.
Inisiatif ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran masyarakat terkait gangguan pernapasan, yang paling rentan dialami oleh anak-anak, lansia, dan kelompok masyarakat lainnya.
“Ketika udara terasa tidak bersahabat, tanggung jawab kita adalah memastikan bahwa tidak ada warga yang merasa terabaikan. Pemerintah harus hadir untuk memberikan perlindungan dan dukungan,” jelas Agustiar Sabran.
‘Rumah Oksigen’ berfungsi sebagai posko kesehatan darurat yang dilengkapi dengan fasilitas oksigen, nebulizer, tenaga medis yang siap sedia, serta ruang istirahat sementara bagi warga yang mengalami kesulitan bernapas akibat asap.
“Saya ingin memastikan setiap orang, terutama ibu yang khawatir anaknya batuk tanpa henti, tidak merasa sendirian. Siapapun yang membutuhkan, silakan datang ke Rumah Oksigen. Di sana, kami siap membantu dengan tenaga medis dan oksigen yang diperlukan,” ungkapnya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalteng juga mengerahkan tim untuk mendistribusikan ribuan masker gratis ke sekolah-sekolah, pasar, terminal, dan pemukiman warga. Distribusi ini dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), relawan, serta tim kesehatan agar tepat sasaran.
“Pembagian masker ini bukan sekadar simbolis. Ini adalah upaya paling dasar untuk melindungi kesehatan masyarakat. Jika kita belum mampu menghentikan asap saat ini, maka setidaknya kita dapat melindungi paru-paru masyarakat,” tegas Agustiar.
Gubernur juga menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah, camat, dan lurah untuk aktif mendata warga yang memiliki riwayat penyakit bawaan seperti asma dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Data ini akan menjadi prioritas dalam menerima layanan di Rumah Oksigen dan bantuan kesehatan lainnya.
“Kami harus bergerak cepat, karena waktu adalah faktor yang sangat penting. Begitu kualitas udara menurun, tim kami harus segera turun ke lapangan. Ini bukan sekadar urusan birokrasi; ini adalah tentang menyelamatkan nyawa,” tegasnya.
Untuk mendukung inisiatif ini, Pemprov Kalteng berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta TNI-Polri dan organisasi kemasyarakatan serta kampus-kampus.
➡️ Baca Juga: Klasemen Liga Inggris: MU Kembali ke 10 Besar Berkat Aksi Gemilang Bruno Fernandes
➡️ Baca Juga: Update Terbaru Kejuaraan Dunia Snowboard dan Peringkat Atlet Terkini




