Naik LRT Kelapa Gading-Manggarai Hanya Rp 8 Sebelum Resmi Dibuka

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengumumkan tarif spesial sebesar Rp8 untuk setiap perjalanan LRT Kelapa Gading-Manggarai sebelum layanan resmi dimulai. Kebijakan ini menjadi salah satu langkah menarik untuk menarik minat warga dalam menggunakan transportasi publik yang baru ini.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menjelaskan bahwa tarif ini akan diatur melalui sebuah Peraturan Gubernur (Pergub). Hal ini dilakukan agar ada kepastian hukum terkait tarif yang ditetapkan untuk rute tersebut.
“Kami akan menetapkan tarif sebesar Rp8. Pergub tentang tarif ini akan segera kami siapkan,” ungkap Pramono saat memberikan keterangan di kawasan Jakarta Selatan pada hari Senin.
Setelah LRT Kelapa Gading-Manggarai resmi beroperasi, tarif akan kembali ditetapkan menjadi Rp5.000 dengan sistem flat hingga bulan Oktober mendatang. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat.
Setelah masa uji coba berakhir pada Oktober 2026, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan evaluasi ulang untuk menentukan tarif permanen yang akan diterapkan pada rute ini. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan transportasi yang terjangkau.
“Nanti setelah Pergub diimplementasikan dan layanan resmi dibuka, tarif yang berlaku adalah yang saat ini ditetapkan untuk LRT, yaitu Rp5.000 secara flat,” jelas Pramono.
Saat ini, LRT Kelapa Gading-Manggarai belum mulai mengangkut penumpang. Masyarakat masih menunggu kepastian mengenai kapan layanan ini akan resmi dimulai.
Pramono menyatakan bahwa Pemprov DKI masih dalam tahap koordinasi dengan pemerintah pusat untuk menentukan jadwal operasional LRT. Hal ini penting agar semua aspek dan persiapan bisa berjalan dengan baik.
Ia juga menunggu agar peresmian LRT ini dapat dilakukan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, sebagai simbol pentingnya proyek transportasi ini bagi Jakarta.
Sebelumnya, peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 26 Agustus, namun terpaksa ditunda. Penundaan ini diambil untuk memastikan semua aspek kesiapan sudah terpenuhi.
Pemprov DKI Jakarta kemudian merencanakan ulang peresmian setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan layanan dan infrastruktur yang ada. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberikan layanan terbaik.
Meskipun konstruksi jalur dan rel sudah dikatakan selesai, masih ada beberapa fasilitas yang perlu disempurnakan sebelum LRT bisa beroperasi secara penuh untuk masyarakat. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan semua aspek layanan siap sebelum dibuka untuk umum.
➡️ Baca Juga: 3 Kebiasaan Sehari-hari yang Meningkatkan Risiko Kecelakaan pada Motor
➡️ Baca Juga: IHSG Dibuka Menurun, Diperkirakan Akan Menguat Sejalan Bursa Asia dan Wall Street




