Krisis Air di Klamono: Tim Ekspedisi Patriot Bersama Warga Atasi Dampak Kemarau

Ketersediaan air yang semakin menipis akibat dampak musim kemarau yang berkepanjangan menjadi permasalahan serius bagi para peternak ikan di Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Tantangan ini bukan hanya mengancam keberlangsungan usaha budidaya ikan, tetapi juga berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar.
Menanggapi situasi ini, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) dari Universitas Brawijaya (UB) mengambil inisiatif untuk membantu. Mereka memperkenalkan sistem pompa air yang berfungsi untuk mengalirkan air ke kolam-kolam budidaya melalui kerja sama gotong royong antara tim dan warga setempat.
Dengan adanya alat ini, sebanyak 22 kolam budidaya yang sebelumnya terhambat karena kekurangan pasokan air kini dapat diaktifkan kembali. Beberapa kelompok budidaya ikan (Pokdakan) yang terlibat dalam proyek ini merasakan langsung dampak positif dari intervensi ini.
Para peternak ikan di Klamono menyambut baik upaya yang dilakukan oleh TEP. Mereka mengakui bahwa masalah akses air selama musim kemarau telah menghambat aktivitas pemeliharaan ikan mereka. Dengan adanya pompa air ini, harapan untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan menjadi lebih nyata.
“Ketersediaan air merupakan tantangan utama dalam pengembangan budidaya ikan di Klamono. Dengan pompa ini, kami berharap masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan aliran air dari sumber terdekat ke kolam budidaya, sehingga kegiatan pemeliharaan ikan di Pokdakan dapat berlangsung lebih optimal,” ungkap Alda Frida, Ketua Pokdakan, dalam pernyataan resminya pada Selasa, 29 September 2026.
Sebelum inisiatif ini, warga Klamono mengandalkan air hujan dan sungai untuk kebutuhan budidaya ikan. Namun, saat musim kemarau, air sungai menjadi pilihan utama meskipun jaraknya cukup jauh dari kolam, sehingga diperlukan alat khusus untuk mengalirkan air tersebut.
Untuk mengatasi masalah kelangkaan air dan mendukung pemulihan budidaya ikan, Tim Ekspedisi Patriot UB bekerjasama dengan Pokdakan dan masyarakat setempat menyalurkan pompa dan selang sepanjang 300 hingga 400 meter. Tujuannya adalah untuk mengalirkan air dari Sungai Klasafet ke kolam-kolam yang dikelola oleh warga.
“Kami telah berdiskusi dengan beberapa Pokdakan dan menemukan bahwa masalah utama mereka adalah ketersediaan air. Oleh karena itu, kami menghadirkan pompa air lengkap dengan selang sepanjang 300 hingga 400 meter agar masyarakat di Klamono tidak lagi terhambat oleh keterbatasan air,” ujar Gilang Nur, salah satu anggota Tim Ekspedisi Patriot UB, dalam pernyataannya pada Jumat, 28 September lalu.
Program ini sejalan dengan visi pembangunan nasional yang telah dicanangkan. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa setelah berhasil mencapai target swasembada pangan, fokus pemerintah kini adalah pada langkah-langkah strategis untuk mencapai swasembada energi dan air. Pernyataan ini disampaikan saat acara Panen Raya di Kabupaten Malang pada 17 Juli lalu.
Krisis air di Klamono bukan hanya sekadar masalah lokal. Ini adalah gambaran dari tantangan yang lebih besar yang dihadapi oleh banyak daerah di Indonesia, terutama dalam konteks perubahan iklim dan pola curah hujan yang semakin tidak menentu.
Oleh karena itu, kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat sangatlah penting. Upaya yang dilakukan oleh Tim Ekspedisi Patriot dan warga Klamono menunjukkan bahwa dengan kerja sama, solusi terhadap krisis air dapat dicapai.
Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, penting untuk menciptakan sistem pengelolaan air yang lebih baik. Hal ini mencakup pembangunan infrastruktur yang tepat, penyuluhan mengenai teknik budidaya yang efisien, dan pemanfaatan teknologi untuk mengoptimalkan penggunaan air.
Ketersediaan air yang berkelanjutan sangat penting bagi keberlangsungan budidaya ikan dan perekonomian lokal. Ketika masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap sumber air, maka mereka akan lebih mampu untuk mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan.
Inisiatif ini bukan hanya sekadar bantuan teknis; ini adalah investasi untuk masa depan. Dengan memastikan bahwa peternak ikan di Klamono memiliki akses yang memadai terhadap air, kita juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Diharapkan, langkah-langkah yang diambil oleh Tim Ekspedisi Patriot dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi masalah serupa. Dengan upaya kolaboratif dan inovatif, krisis air di Klamono dapat diatasi, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik dapat terwujud.
➡️ Baca Juga: Motor Baru di Bawah Rp20 Juta dengan Cicilan Ringan Mulai Rp500 Ribu per Bulan
➡️ Baca Juga: Kadis PUPR OKU dan Tiga Anggota DPRD OKU Berompi Tahanan KPK




