IHSG Menguat dan Siap Menembus Resistance di Tengah Fluktuasi Bursa Asia dan Penurunan Wall Street

Jakarta – IHSG dibuka dengan menguat sebesar 13 poin atau 0,20 persen di level 6.699 pada sesi perdagangan yang berlangsung pada Rabu, 9 September 2026.
Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst, memperkirakan bahwa IHSG berupaya untuk menembus resistance pada hari ini.
“Jika IHSG berhasil menembus level resistance di angka 6.700, potensi penguatan masih ada. Namun, jika gagal menembus angka tersebut, IHSG kemungkinan akan kembali bergerak sideways di rentang 6.580 hingga 6.600,” ungkap Fanny dalam riset harian yang diterbitkan pada Rabu, 9 September 2026.
Pergerakan pasar saham di Asia menunjukkan hasil yang bervariasi pada perdagangan hari Selasa. Investor saat ini tengah memperhatikan penguatan tajam Yen Jepang, rilis data ekonomi yang beragam di kawasan, serta meningkatnya risiko geopolitik setelah Iran mengancam akan melakukan balasan di wilayah Teluk Persia.
Indeks Nikkei 225 di Jepang mengalami penurunan sebesar 1,7 persen. Dalam pasar valuta asing, Yen menunjukkan penguatan sekitar 0,4 persen menjadi 153,75 terhadap dolar AS, yang merupakan level terkuat sejak 18 Februari 2026.
Sementara itu, indeks KOSPI di Korea Selatan turun 0,58 persen, Hang Seng di Hong Kong melemah 0,38 persen, dan indeks S&P/ASX 200 di Australia berkurang 1 persen.
Dalam hal ekonomi, data terbaru menunjukkan bahwa prospek pertumbuhan di kawasan Asia masih beragam. Ekonomi Jepang tumbuh lebih cepat dari estimasi awal pada kuartal II-2026 dibandingkan kuartal sebelumnya, terutama didorong oleh peningkatan belanja modal perusahaan. Namun, pertumbuhan ini masih berada di bawah ekspektasi konsensus.
Data tambahan menunjukkan bahwa upah riil di Jepang meningkat 2,4 persen (yoy) pada Juli 2026. Sementara itu, di Australia, sentimen konsumen domestik menunjukkan penurunan tajam pada bulan September.
Fanny Suherman juga menambahkan, “Support IHSG berada di level 6.580-6.600, sementara resistensinya berada di rentang 6.700-6.730.”
Di sisi lain, Wall Street mengalami penutupan yang melemah pada hari Selasa, tertekan oleh aksi jual di sektor perangkat lunak, di tengah kekhawatiran bahwa perkembangan dalam teknologi AI dapat mengganggu bisnis perusahaan-perusahaan perangkat lunak.
Indeks S&P 500 turun sebesar 0,58 persen, sementara Nasdaq melemah 0,32 persen dan Dow Jones Industrial Average mengalami koreksi sebesar 1,18 persen.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh ekspektasi terkait kebijakan suku bunga The Fed dalam pertemuan yang dijadwalkan pada 15-16 September 2026. Ini terjadi setelah data ketenagakerjaan AS minggu lalu menunjukkan penambahan lapangan kerja pada bulan Agustus jauh melampaui perkiraan. Saat ini, pasar menunggu rilis data inflasi produsen dan konsumen AS yang dijadwalkan untuk dirilis dalam minggu ini.
➡️ Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Lampung-Jakarta Kembali Kondusif
➡️ Baca Juga: Gol Cepat Scott McTominay Bungkam Cagliari, Napoli Resmi Kudeta AC Milan!




