Bandara Riyadh Tutup hingga 15 Oktober Akibat Serangan Houthi, Banyak Maskapai Batalkan Penerbangan

Otoritas penerbangan Arab Saudi mengumumkan perpanjangan penutupan operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh hingga 15 Oktober 2026. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap serangkaian serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok Houthi, yang menimbulkan kekhawatiran serius mengenai keselamatan fasilitas bandara.
Dalam laporan yang dirilis oleh AFP, pada tanggal 12 Oktober 2026, serangan yang terjadi baru-baru ini telah mengakibatkan setidaknya 18 orang kehilangan nyawa, dengan 13 di antaranya dilaporkan tewas pada Sabtu, 11 Oktober 2026.
Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) menginformasikan bahwa perpanjangan penghentian operasi bandara adalah langkah yang diperlukan untuk memastikan keamanan fasilitas dan kesiapan operasional sebelum penerbangan dapat dilanjutkan kembali.
GACA menekankan bahwa penutupan ini diperlukan untuk “menyelesaikan prosedur yang dibutuhkan untuk memverifikasi keselamatan fasilitas dan kesiapan operasionalnya.”
Keputusan ini berdampak signifikan terhadap aktivitas penerbangan di Riyadh, termasuk layanan sejumlah maskapai internasional yang biasanya menghubungkan ibu kota Arab Saudi dengan berbagai kota di kawasan Teluk.
Sumber senior di sektor penerbangan yang mengawasi aktivitas penerbangan di kawasan Teluk menyatakan kepada AFP bahwa operasional Bandara Internasional King Khalid akan dihentikan selama sisa hari kerja di Arab Saudi.
Informasi ini merujuk pada pesan yang diterima oleh maskapai dari otoritas penerbangan Saudi pada hari Senin.
“Mereka menginformasikan kepada kami bahwa penutupan akan berlangsung setidaknya hingga hari Kamis. Seluruh penerbangan akan dibatalkan hingga akhir pekan,” kata sumber tersebut.
Sumber tersebut juga menambahkan bahwa Terminal 3 dan Terminal 4 mengalami kerusakan akibat serangan tersebut. Selain itu, peralatan radar dan sistem komunikasi bandara juga dilaporkan terkena dampak, sementara kondisi landasan pacu masih belum diperiksa.
Kerusakan yang terjadi pada fasilitas terminal dan sistem pendukung penerbangan menjadi isu penting yang perlu dievaluasi sebelum operasional bandara dapat dipulihkan. Namun, belum ada kejelasan mengenai kapan layanan akan dibuka kembali setelah penangguhan ini.
Gangguan operasional di Riyadh juga berdampak pada jadwal penerbangan beberapa maskapai di kawasan Teluk.
Maskapai nasional dari Uni Emirat Arab, Etihad Airways, telah mengumumkan pembatalan seluruh penerbangan yang berangkat dari dan menuju Riyadh hingga pekan depan. Selain itu, mereka juga menangguhkan penerbangan ke Dammam dan Jeddah di Arab Saudi selama minggu ini.
➡️ Baca Juga: Audioseries Beragam Genre Karya Penulis Lokal Hadir di Noice
➡️ Baca Juga: Pajak Kendaraan Nunggak Lama, Segera Manfaatkan Kesempatan Pemutihan Ini




