Alex Marquez Memiliki Ritual Penting yang Harus Dijalani Sebelum Full Push di Balapan

Setiap pembalap di ajang MotoGP memiliki pendekatan tersendiri dalam mempersiapkan diri menjelang balapan. Bagi Alex Marquez, rasa cemas bukanlah sesuatu yang perlu dihindari. Sebaliknya, perasaan tersebut dianggapnya sebagai alat bantu untuk meningkatkan fokus dan perhatian pada detail-detail penting sebelum memasuki lintasan.
Pembalap dari tim Gresini Racing ini mengungkapkan bahwa ia menjalankan serangkaian ritual tertentu sebelum balapan dimulai. Rutinitas ini diikuti dengan urutan yang konsisten, bertujuan agar ia dapat memasuki keadaan mental yang optimal untuk fokus.
“Saya memiliki ritual tertentu yang membantu segala sesuatunya berjalan pada waktu dan urutan yang sama setiap kali. Dengan cara ini, saya bisa memasuki mode fokus,” ungkap Alex.
Dia juga mencatat bahwa rasa gugup tetap hadir meskipun seorang pembalap sudah terbiasa dengan atmosfer balapan MotoGP. Alex bahkan menyebut sensasi “kupu-kupu di perut” sebagai pengalaman yang positif dan bermanfaat.
“Rasa gugup dan sensasi kupu-kupu di perut itu selalu ada. Saya pikir itu adalah sesuatu yang baik, karena hal-hal tersebut membuat kita lebih memperhatikan detail-detail kecil yang mungkin terlewat,” jelasnya.
Oleh karena itu, Alex memilih untuk tidak melawan atau mencoba menghilangkan rasa gugup tersebut. Sebaliknya, ia lebih memilih untuk menerimanya sambil tetap menjalankan rutinitas yang telah direncanakan.
Dia menegaskan bahwa memikirkan rasa gugup secara berlebihan justru dapat mengganggu konsentrasi seorang pembalap. Yang terpenting adalah menjaga pikiran tetap fokus dan melanjutkan persiapan seperti biasa.
“Lakukan saja ritualnya, cobalah untuk tetap fokus, dan pikirkan dengan cara kalian sendiri,” tuturnya.
Setelah berada di atas motor, Alex menyatakan bahwa tidak ada lagi waktu untuk berpikir terlalu panjang. Seorang pembalap harus segera menjalankan tugasnya dan memberikan performa terbaiknya.
“Ketika kalian sudah di atas motor, semoga beruntung dan lakukan apa yang kalian inginkan. Saatnya untuk memberikan semua yang kalian miliki,” tambah Alex.
Rekan setimnya, Fermín Aldeguer, juga menyampaikan pandangan serupa. Pembalap muda asal Spanyol ini menjelaskan bahwa tingkat kegugupan seorang pembalap dapat bervariasi tergantung pada situasi yang dihadapi saat balapan.
Menurut Aldeguer, tekanan akan semakin besar ketika seorang pembalap berada dalam posisi penting atau harus memulai balapan dari barisan depan.
➡️ Baca Juga: Kakorlantas Ikuti Upacara Adat dan Doa Bersama di Pura Besakih untuk Kemala Run 2026
➡️ Baca Juga: Andik Vermansyah Yakin Garudayaksa FC Capai Enam Besar di Super League



