Pasar Mobil RI Terhambat di Bawah 1 Juta Unit, Identifikasi Masalah Utama di Sektor Ini

Pasar mobil Indonesia masih menghadapi tantangan besar untuk kembali mencapai angka penjualan satu juta unit dalam setahun. Situasi ini bukan hanya dipengaruhi oleh performa industri otomotif, tetapi juga oleh daya beli masyarakat dan perubahan dalam struktur kelas ekonomi di negara ini.
Riyanto, seorang peneliti senior di LPEM FEB UI, mengemukakan beberapa faktor yang menghambat pasar mobil untuk kembali ke level tersebut. Dua masalah utama yang menjadi sorotan adalah penurunan daya beli masyarakat serta fenomena middle class squeeze, yang menyebabkan pertumbuhan kelas menengah tidak sekuat sebelumnya.
Dalam satu dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata berada di kisaran lima persen per tahun. Namun, pertumbuhan ekonomi tersebut belum cukup untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam membeli kendaraan baru dengan signifikan.
Data dari GAIKINDO menunjukkan bahwa penjualan mobil domestik pernah mencapai 1.030.126 unit pada tahun 2019. Namun, setelah itu, pasar mengalami perubahan drastis, termasuk penurunan tajam pada tahun 2020 dan belum kembali secara konsisten ke angka satu juta unit.
Pada tahun 2023, penjualan domestik mencapai angka 1.005.802 unit. Namun, sayangnya, angka tersebut kembali merosot menjadi 865.723 unit pada tahun 2024 dan terus turun menjadi 803.687 unit pada tahun 2025.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan kendaraan listrik meningkat, hal itu belum cukup untuk memperluas ukuran pasar secara keseluruhan. Riyanto menjelaskan bahwa kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) saat ini lebih banyak mengambil pasar dari kendaraan bermesin pembakaran internal (ICEV), ketimbang menciptakan permintaan baru yang signifikan.
Perubahan dalam struktur pasar dapat terlihat dari pertumbuhan pesat kendaraan elektrifikasi. Pada periode Januari hingga Juni 2026, total kendaraan elektrifikasi (xEV) telah mencapai 26,82 persen dari total pasar, dengan rincian 9,70 persen untuk HEV, 1,15 persen untuk PHEV, dan 15,97 persen untuk BEV.
Sementara itu, total penjualan mobil dalam enam bulan pertama tahun 2026 tercatat sebanyak 436.564 unit berdasarkan data GAIKINDO. Meskipun angka ini tumbuh 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, tetap saja angka tersebut belum cukup untuk menunjukkan bahwa pasar telah kembali ke pola penjualan di atas satu juta unit per tahun.
Isu daya beli menjadi semakin krusial, mengingat mobil merupakan produk dengan nilai transaksi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, untuk memperkuat pasar otomotif, perlu ada pertumbuhan yang lebih signifikan pada kelompok kelas menengah, sehingga lebih banyak masyarakat memiliki kemampuan untuk membeli kendaraan baru.
➡️ Baca Juga: Harga Avtur Meningkat Hampir 70 Persen Akibat Eskalasi Perang yang Berlanjut
➡️ Baca Juga: Kapolda Metro Jaya Kerahkan Ribuan Personel untuk Tingkatkan Pengamanan di Ancol




