Waskita Karya Raih Pendapatan Konsolidasi Rp 8,85 Triliun dalam Upaya Penyehatan Keuangan

PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus menjalankan upaya penyehatan keuangan dan berhasil mencatatkan total pendapatan konsolidasi sebesar Rp 8,85 triliun pada tahun ini.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut didorong oleh kontribusi dari anak perusahaan yang mencapai Rp 3,1 triliun, sementara pendapatan dari entitas induk mencapai Rp 5,75 triliun.
Pendapatan perusahaan ini didukung oleh berbagai proyek yang saat ini tengah berlangsung. Berdasarkan segmentasi usahanya, pendapatan tersebut berasal dari segmen konektivitas sebesar Rp 3,3 triliun, Sumber Daya Air (SDA) sebesar Rp 1,4 triliun, gedung senilai Rp 1,2 triliun, dan sisanya sebesar Rp 0,9 triliun.
Ermy menambahkan, sebagian besar pencatatan pendapatan tersebut diperoleh dari proyek-proyek pemerintah. Hal ini menunjukkan komitmen Waskita Karya dalam mendukung berbagai program yang dilaksanakan oleh pemerintah.
Saat ini, Waskita Karya mencatatkan beban pokok pendapatan sebesar Rp 7,2 triliun, yang setara dengan 82 persen dari pendapatan usaha. Selain menyelesaikan proyek baru sesuai kontrak, perusahaan juga berfokus pada penyelesaian proyek-proyek lama yang masih memerlukan dana hingga selesai, dengan target penyelesaian pada tahun 2026.
Dengan demikian, pada tahun 2025, perusahaan berhasil mencatat laba bruto sebesar Rp 1,58 triliun, mengalami kenaikan sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp 1,41 triliun. Gross Profit Margin perusahaan juga menunjukkan peningkatan menjadi 18 persen pada tahun 2025, lebih baik dibandingkan 13 persen pada tahun 2024.
Peningkatan laba bruto ini dicapai berkat strategi efisiensi operasional yang diterapkan oleh Waskita, baik di tingkat induk perusahaan maupun pada anak-anak usaha.
Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengerjaan proyek, Waskita telah menerapkan organisasi ramping dan terus melakukan transformasi digital di berbagai lini.
Di bidang operasional, perusahaan ini mengintegrasikan Core System ERP SAP S/4 HANA dengan Building Information Modelling (BIM) dan perencanaan Last Planner System (LPS) untuk memperlancar proses kerja.
Selain itu, Waskita juga meluncurkan beberapa inovasi digital, termasuk penggunaan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) bernama WISENS (Waskita Intelligent Sensing System) dalam beberapa proyek pembangunan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi.
Dua di antara inovasi tersebut adalah AI Pavement Crack Detection, yang berfungsi untuk mendeteksi kerusakan pada jalan, serta untuk memastikan tidak adanya kegagalan dalam proses konstruksi, dengan target zero defect.
➡️ Baca Juga: Kevin Diks Ungkap Kekecewaan Setelah Gol Non Penalti Dianulir VAR di Bundesliga
➡️ Baca Juga: Try Sutrisno Wafat, Kapolri: Menghormati Pengabdian Seorang Pahlawan Bangsa




