Kepala BGN: 60% Anak Indonesia Kekurangan Akses Makanan Bergizi Seimbang

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, baru-baru ini mengungkapkan perkembangan serta dampak dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam forum Retret Ketua DPRD Seluruh Indonesia yang berlangsung di Magelang pada Sabtu, 18 April 2026.
Dalam forum tersebut, Dadan menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul dari perhatian mendalam Presiden terhadap laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang tinggi, yang harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Program ini sebenarnya lahir dari keprihatinan Presiden, mengingat Indonesia masih mengalami pertumbuhan populasi sekitar enam orang setiap menit, atau tiga juta penduduk setiap tahun. Diprediksi, pada tahun 2045, jumlah penduduk akan mencapai 324 juta. Saat ini, tantangan bukan lagi pada pertumbuhannya, melainkan pada sumber daya yang mendukung pertumbuhan tersebut,” jelas Dadan dalam keterangan resminya, yang dikutip pada Senin, 20 April 2026.
Ia juga menyoroti bahwa rata-rata lama pendidikan masyarakat di Indonesia masih rendah, yaitu hanya sembilan tahun. Kondisi ini berkontribusi pada banyak anak yang tidak memperoleh akses terhadap makanan bergizi seimbang.
“Banyak anak-anak Indonesia saat ini lahir dari orang tua yang hanya menempuh pendidikan hingga tingkat SD. Oleh karena itu, tidak mengejutkan jika 60 persen anak-anak mengalami kesulitan dalam mengakses makanan bergizi seimbang, dan sebagian besar dari mereka jarang atau bahkan tidak mampu mengonsumsi susu,” ungkap Dadan.
Melalui Program MBG, pemerintah berupaya melakukan intervensi menyeluruh dengan fokus pada dua fase penting, yaitu 1.000 hari pertama kehidupan yang sangat krusial untuk perkembangan kecerdasan, serta fase usia sekolah yang berkontribusi terhadap pertumbuhan fisik yang optimal.
Dadan juga menekankan bahwa keberhasilan dari program ini diharapkan dapat menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas kecerdasan generasi mendatang.
“Kami berharap program ini dapat mencegah stunting, mengingat rata-rata IQ di Indonesia saat ini adalah 78. Dengan harapan, dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, anak-anak yang lahir hari ini akan tumbuh menjadi tenaga kerja produktif yang tidak mengalami stunting dan memiliki tinggi badan yang lebih baik berkat intervensi yang dilakukan sejak dini,” tambah Dadan.
Selain dampak positif pada kesehatan dan pendidikan, Dadan juga menjelaskan bahwa Program MBG memiliki efek yang lebih luas, termasuk dampak terhadap ekonomi lokal.
Hingga saat ini, Program MBG telah menjangkau seluruh wilayah di Indonesia melalui 27 ribu Satuan Pemberdayaan Pangan dan Gizi (SPPG) dengan total penyerapan anggaran mencapai Rp60 triliun. Anggaran ini telah tersebar dari Sabang hingga Merauke dan berkontribusi dalam memacu perkembangan ekonomi di berbagai daerah, termasuk di tingkat desa.
➡️ Baca Juga: BRI Tawarkan Perlindungan Asuransi Terjangkau untuk Mudik Lebaran yang Lebih Tenang
➡️ Baca Juga: Baca Cerita Inspirasi dari Pemilik Restoran Home Cooking




