IHSG Menguat Tipis, Investor Awasi Perkembangan Gencatan Senjata AS-Iran

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan positif menjelang akhir pekan ini. Pada penutupan perdagangan hari Jumat, 17 April 2026, IHSG tercatat menguat tipis sebesar 0,16 persen atau 12,62 poin, mencapai level 7.634.
Analis dari Phintraco Sekuritas melaporkan bahwa pergerakan indeks hari ini berkisar antara 7.608 hingga 7.674. Nilai transaksi harian mencapai Rp 15,51 triliun, dengan volume transaksi sekitar Rp 36,33 miliar, serta total transaksi yang dilakukan oleh investor mencapai 2,23 juta.
Dari segi sektoral, sektor konsumer siklikal mencatatkan kenaikan paling signifikan, mencapai 0,46 persen. Sektor keuangan juga menyusul dengan peningkatan sebesar 0,34 persen, sementara sektor kesehatan mengalami kenaikan lebih kecil, yakni 0,09 persen.
Namun, tidak semua sektor mengalami pergerakan positif. Sektor properti mengalami penurunan signifikan sebesar 1,98 persen, diikuti sektor transportasi yang turun 1,60 persen, dan sektor infrastruktur yang terkoreksi sebesar 0,79 persen.
Menurut analisis dari Phintraco Sekuritas, penguatan IHSG didorong oleh ekspektasi investor terhadap sejumlah aksi korporasi emiten serta penyesuaian harga minyak mentah. Secara teknikal, IHSG masih berada di atas rata-rata pergerakan 5 hari (MA5) dan jauh di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20).
Phintraco Sekuritas juga menyoroti situasi terkini menjelang berakhirnya periode gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang akan berakhir pada 21 April 2026. Ketegangan antara kedua negara meningkat seiring dengan saling memberikan ancaman, terutama terkait dengan isu Selat Hormuz yang berpotensi memperburuk kondisi di kawasan Teluk.
Investor global kini menunggu perkembangan apakah gencatan senjata ini akan diperpanjang atau justru akan terjadi eskalasi konflik yang lebih luas. Hal ini menciptakan ketidakpastian yang dapat mempengaruhi pasar saham.
Beberapa emiten juga mencatatkan performa positif seiring dengan optimisme yang melingkupi indeks domestik. Berikut adalah tiga saham dengan kenaikan tertinggi di jajaran LQ45.
Surya Citra Media Tbk (SCMA) menjadi salah satu yang menonjol, dengan penguatan sebesar 6,21 persen atau 18 poin, sehingga sahamnya ditutup di level 308.
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) juga menunjukkan performa baik, menguat 6,13 persen atau 80 poin, dan mencapai level 1.230.
Sementara itu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatatkan kenaikan 3,47 persen atau 300 poin, menutup perdagangan di angka 6.625.
Dengan berbagai perkembangan ini, IHSG menguat menunjukkan ketahanan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Investor akan terus mencermati setiap langkah yang diambil oleh para pemangku kepentingan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
➡️ Baca Juga: Analisis Dampak Ritme Permainan terhadap Daya Tahan Pemain Sepak Bola
➡️ Baca Juga: Drama Korea Masih Jadi Favorit Penonton Indonesia




