SIG Tingkatkan Strategi Transformasi untuk Meningkatkan Kinerja Bisnis 2026

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) telah meluncurkan langkah strategis untuk memaksimalkan potensi pertumbuhan bisnis, terutama di tengah tantangan perlambatan industri pada tahun 2025. Dengan peluncuran strategi transformasi bisnis 2026, perusahaan ini berusaha memperkuat posisi pasar dan kinerjanya.
Dalam hasil panggilan konferensi FY25 yang diadakan di Jakarta, Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengungkapkan bahwa keputusan manajemen untuk melakukan transformasi pada paruh kedua tahun 2025, yang berfokus pada daya saing dan peningkatan pangsa pasar, telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
“Sejak Juli 2025, transformasi bisnis kami yang mengedepankan tiga fokus utama – pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, dan optimalisasi produk turunan semen serta portofolio – telah memberikan hasil yang signifikan. Kinerja perusahaan pada semester kedua tahun 2025 menunjukkan tren positif, terutama pada kuartal IV,” jelas Indrieffouny Indra, dalam keterangannya pada tanggal 17 April 2026.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun permintaan semen domestik pada tahun 2025 mengalami penurunan sebesar 1,5% dibandingkan tahun sebelumnya, SIG berhasil menunjukkan kemampuan untuk pulih dengan lebih kuat dari kondisi tersebut.
Sepanjang tahun 2025, SIG mencatatkan volume penjualan mencapai 37,93 juta ton. Salah satu indikator perbaikan yang signifikan terlihat dari volume penjualan sebesar 10,47 juta ton pada kuartal IV tahun 2025, yang turut berkontribusi pada pertumbuhan total volume penjualan sebesar 1,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini memperlihatkan efektivitas strategi transformasi yang diterapkan SIG, terutama di segmen pasar dengan marjin tinggi.
Secara keseluruhan, sejak penerapan strategi transformasi bisnis pada semester kedua 2025, SIG terus mengalami peningkatan penjualan dari kuartal III ke kuartal IV. Pada kuartal IV, volume penjualan semen kantong SIG menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 5,7% dibandingkan tahun sebelumnya, jauh melampaui pertumbuhan pasar yang hanya mencapai 2% yoy.
Selain itu, penjualan ekspor berperan penting dalam mendukung total volume SIG di tengah penurunan permintaan domestik. Volume ekspor meningkat secara mencolok sebesar 14,9% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai sekitar 6,4 juta ton.
Tren positif ini terus berlanjut. Pada dua bulan pertama tahun 2026, SIG berhasil mencatatkan peningkatan penjualan domestik sebesar 9,7%, dengan pertumbuhan yang cukup mencolok di segmen semen kantong yang mencatatkan kenaikan hingga 14,6%.
➡️ Baca Juga: Trump Mengajak Negara Pengimpor Minyak Tingkatkan Keamanan di Selat Hormuz
➡️ Baca Juga: Mengatur True Tone di iPhone untuk Kenyamanan Layar dan Kesehatan Mata Pengguna




