WNI di Prancis dan Italia Diimbau Waspada serta Simpan Nomor Penting Pasca Kerusuhan

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) telah mengeluarkan imbauan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Prancis dan Italia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi keamanan. Peringatan ini disampaikan menyusul terjadinya demonstrasi yang berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Heni Hamidah, Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, menjelaskan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris dan Roma telah melakukan komunikasi dengan seluruh WNI di area akreditasi masing-masing. Mereka diminta untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan perkembangan situasi yang ada.
Melalui KBRI di Paris dan Roma, Kemlu juga menekankan pentingnya bagi WNI untuk selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang setempat. Selain itu, mereka diimbau untuk menjauhi lokasi-lokasi yang sedang mengadakan demonstrasi dan kerumunan besar.
Warga negara Indonesia juga disarankan untuk menyesuaikan rencana perjalanan mereka, dengan mempertimbangkan kemungkinan gangguan dalam transportasi umum, serta selalu mengikuti arahan dari pihak keamanan setempat.
KBRI di Paris dan Roma berkomitmen untuk terus memantau situasi keamanan pasca-demonstrasi dan menjalin komunikasi yang erat dengan seluruh WNI untuk memastikan keselamatan mereka.
Dalam situasi darurat, WNI yang berada di Prancis dan Italia dapat menghubungi hotline KBRI. Di Paris, nomor yang dapat dihubungi adalah +33-6-2112-2109, sedangkan di Roma, nomor yang tersedia adalah +39-338-954-2333.
Di Prancis, sekitar 2.400 orang dilaporkan ditangkap selama aksi kerusuhan tersebut, dan Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat bahwa hampir 1.000 anggota aparat penegak hukum mengalami luka-luka.
Aksi demonstrasi yang berlangsung secara besar-besaran ini dipicu oleh protes terhadap kenaikan biaya hidup dan harga barang kebutuhan pokok di berbagai daerah di Prancis. Demonstrasi tersebut diwarnai dengan bentrokan antara para demonstran dan polisi, serta munculnya kerusuhan, penjarahan, dan vandalisme.
Sementara itu, di Milan, Italia, gelombang kerusuhan terbaru terjadi setelah insiden bentrokan yang pecah di pusat kota. Aksi protes tersebut juga menentang kenaikan biaya hidup yang semakin memberatkan masyarakat.
➡️ Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Pidato Trump Soal Iran, Saham Asia Tertekan
➡️ Baca Juga: Penelusuran Klaim Link Pendaftaran Bansos PKH Periode April-Juni 2025




