Wakapolri Tekankan Pentingnya Kemampuan Komunikasi Baik dan Empati di Humas Polri

Jakarta – Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memberikan arahan strategis kepada anggota kepolisian dalam acara Rakernis Humas Polri 2026 yang berlangsung di Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut, Wakapolri memberikan apresiasi terhadap kemajuan dalam pengelolaan media yang terus meningkat dari tahun ke tahun. “Humas berfungsi sebagai suara dan telinga institusi. Posisi ini menempatkan Humas di garis depan dan juga garis akhir dalam menjaga citra Polri,” ungkap Dedi.
Lebih dari sekadar menjadi juru bicara, Wakapolri menekankan bahwa Humas Polri berperan sebagai komunikator strategis yang harus mampu mengelola persepsi masyarakat, terutama dalam upaya membangun kepercayaan publik.
“Humas tidak hanya sebagai juru bicara, tetapi juga sebagai pusat komunikasi strategis yang bertugas mengelola persepsi publik, membangun kepercayaan, serta melawan disinformasi demi mendukung legitimasi institusi,” tegas Dedi.
Wakapolri juga menekankan pentingnya Divisi Humas untuk bertransformasi melalui pendekatan komunikasi yang berbasis intelijen, dengan memanfaatkan sistem big data dan kecerdasan buatan. Ini mencakup pemantauan secara real-time, analisis yang cerdas, serta respons yang cepat terhadap isu-isu yang muncul.
Ia menyoroti pentingnya penerapan kerangka komunikasi yang berlandaskan pada akurasi, relevansi, dan tujuan yang jelas dalam setiap konten yang diproduksi.
Selain itu, Dedi juga menekankan perlunya internalisasi fungsi kehumasan di seluruh lapisan organisasi Polri. Mengacu pada Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2023, ia menyatakan bahwa fungsi kehumasan tidak hanya menjadi tanggung jawab personel Humas, tetapi juga harus dipahami dan dijalankan oleh seluruh anggota Polri.
“Di tengah derasnya arus informasi, setiap personel perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik, tepat sasaran, dan penuh empati,” jelasnya.
Dalam konteks pembangunan jangka panjang, Dedi mengingatkan bahwa seluruh jajaran Humas harus memahami arah kebijakan nasional yang termuat dalam RPJPN 2025-2045. Ini mencakup delapan agenda pembangunan nasional serta transformasi digital sebagai pilar utama, sehingga komunikasi publik Polri dapat sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Mantan Kadiv Humas Polri ini juga menjelaskan tentang strategi besar Polri untuk periode 2025–2045 yang dibagi menjadi empat tahap, mulai dari penguatan fondasi organisasi hingga terwujudnya Polri yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi kepada masyarakat.
Lima tujuan utama Polri juga harus dicapai secara terukur, yang mencakup menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum yang adil dan humanis, serta transformasi menuju organisasi modern yang berbasis teknologi.
➡️ Baca Juga: Dubes Arab Saudi Bertemu Megawati untuk Membahas Peran dalam Dinamika Timur Tengah
➡️ Baca Juga: Kondisi WNI di Iran Setelah Serangan yang Dilakukan oleh Israel dan AS




