5 Wartawan Hilang Kontak Saat Meliput Anak Krakatau, Polri Periksa Pemilik dan Kondisi Kapal

Jakarta – Pencarian terhadap delapan individu yang dinyatakan hilang setelah KM Arupadatu 1 kehilangan kontak di perairan Selat Sunda, Banten, kini telah memasuki hari ketiga, tepatnya pada 10 September 2026.
Dalam upaya untuk menemukan lima wartawan serta tiga anggota awak kapal yang hilang, Polri melaksanakan dua pendekatan secara bersamaan. Tim gabungan memperluas area pencarian di laut, sedangkan penyidik di darat mulai mengumpulkan informasi terkait kondisi kapal dan rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum hilangnya kontak.
Sebanyak 59 personel Polri dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian yang memasuki hari ketiga. Dirpolairud Polda Banten, Kombes Pol Eko Hartanto, bahkan terjun langsung ke tengah laut menggunakan KP Sanjaya-7017 untuk memantau dan memastikan proses pencarian berjalan dengan baik.
Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa prioritas utama adalah menemukan para jurnalis dan awak kapal yang hilang, sementara proses penyelidikan tetap berjalan secara bersamaan.
“Fokus utama kami adalah menemukan wartawan dan kru kapal yang masih dicari. Oleh karena itu, kami terus memperkuat tim SAR. Di samping itu, penyelidikan dilakukan untuk memastikan semua rangkaian peristiwa dapat dipahami berdasarkan fakta. Di laut, kami berupaya menyelamatkan, sedangkan di darat kami mengumpulkan dan memverifikasi setiap informasi yang ada,” ujar Trunoyudo.
Pada hari ketiga pencarian, Basarnas Banten telah membagi wilayah pencarian menjadi enam zona, dengan total luas mencapai 2.483 nautical mile square (NM²).
KP Sanjaya-7017 kembali melakukan penyisiran di sektor yang telah ditentukan. Di sisi lain, personel Polri juga ditempatkan untuk memperkuat KN SAR Tetuka yang dimiliki Basarnas dalam upaya pencarian ini.
Penyisiran dilakukan dengan mempertimbangkan sektor dan koordinat tertentu, serta memperhitungkan posisi terakhir kapal, arah angin, arus, gelombang, kondisi cuaca, dan informasi terbaru yang diterima dari lapangan.
“Kami terus berupaya memperluas dan mengoptimalkan pencarian. Setiap informasi, sekecil apa pun, sangat berarti dan akan diperhatikan karena dapat menjadi petunjuk penting bagi tim di lapangan,” kata Trunoyudo.
KP Sanjaya-7017 telah terlibat dalam operasi pencarian sejak hari kedua. Pada Kamis pagi, personel melakukan briefing sebelum berangkat menuju perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Sebanyak 36 personel berada di atas KP Sanjaya-7017, yang terdiri dari 27 awak kapal, lima personel Ditpolairud Polda Banten, dua personel Basarnas, dan dua awak media.
Selain itu, tiga personel Ditpolairud Polda Banten juga ditugaskan untuk memperkuat KN SAR Tetuka guna mendukung pencarian di sektor yang telah ditentukan.
➡️ Baca Juga: Amran Copot 13 Pejabat Kementan Terkait Kasus Judi, Salah Satunya Deposit Rp 200 Juta
➡️ Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Mengancam, Indonesia Batalkan Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026




