Jelang Negosiasi, Iran Blak-blakan ‘Punya Niat Baik tapi Tak Percaya AS’

— Paragraf 1 —
VIVA –Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqher Qalibaf mengatakan bahwa Teheran memiliki niat baik, tetapi tidak memiliki kepercayaan menjelang perundingan dengan Amerika Serikat, demikian seperti dilaporkan oleh Tasnim News Agency.
— Paragraf 2 —
“Sayangnya, pengalaman kami bernegosiasi dengan pihak Amerika selalu berakhir dengan kegagalan dan pelanggaran kesepakatan,” ujar Qalibaf saat tiba di Bandara Islamabad Sabtu 11 April 2026 seperti dikutip dari laman Anadolu Agency.
— Paragraf 3 —
Qalibaf kembali menyinggung “pengkhianatan” yang dilakukan AS tahun lalu saat kedua negara sedang berunding. Ia menyebut, di tengah proses negosiasi, AS justru melancarkan serangan.
— Paragraf 4 —
“Bahkan, dua kali dalam waktu kurang dari setahun, di tengah proses negosiasi, meskipun pihak Iran menunjukkan niat baik, mereka justru menyerang kami dan melakukan berbagai kejahatan perang,” kata dia lebih lanjut.
— Paragraf 5 —
Qalibaf menegaskan bahwa Iran siap mencapai kesepakatan jika Amerika Serikat benar-benar menunjukkan itikad baik.
— Paragraf 6 —
“Dalam perundingan mendatang, jika pihak Amerika bersedia membuat kesepakatan yang nyata dan menghormati hak-hak rakyat Iran, maka mereka juga akan melihat kesiapan kami untuk mencapai kesepakatan,” katanya.
— Paragraf 7 —
Ia juga memperingatkan bahwa Teheran akan merespons dengan tegas jika perundingan hanya dijadikan kedok untuk tindakan yang tidak tulus.
— Paragraf 8 —
“Dalam konflik yang sedang berlangsung, kami telah menunjukkan bahwa jika mereka mencoba memanfaatkan negosiasi sebagai sekadar sandiwara tanpa hasil dan upaya penipuan, kami siap memperjuangkan hak-hak kami dengan berlandaskan keyakinan kepada Tuhan dan kekuatan rakyat kami,” tambah Qalibaf.
— Paragraf 9 —
Sementara itu, Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, sebelum berangkat untuk perundingan dengan Iran di Pakistan, mengatakan jka pihak Iran bersedia bernegosiasi dengan itikad baik, pihaknya akan menyambutnya dengan tangan terbuka.
— Paragraf 10 —
“Namun, jika mereka mencoba mempermainkan kami, mereka akan mendapati bahwa tim perunding kami tidak akan mudah menerima hal tersebut,” tegasnya.
— Paragraf 11 —
Sebagai informasi, Pakistan, bersama Türkiye, China, Arab Saudi, dan Mesir, pada hari Rabu berhasil mengamankan gencatan senjata selama dua minggu antara Washington dan Teheran, sekitar 40 hari setelah Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
➡️ Baca Juga: Ulasan POCO Terbaru: Performa Tinggi dengan Harga yang Terjangkau dan Kompetitif
➡️ Baca Juga: Barang Penting yang Wajib Dibawa Saat Mudik: Sudah Terdaftar dalam Tas Anda?




