Petinju Puerto Rico Meninggal Dunia Setelah Koma 221 Hari Usai Duel Maut

Petinju asal Puerto Rico, Prichard Colon, telah meninggal dunia di usia 33 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir setelah bertahun-tahun berjuang melawan dampak serius dari cedera otak yang dialaminya selama pertarungan pada tahun 2015.
Kejadian tragis ini bermula ketika Colon mengalami pendarahan otak yang parah saat bertarung melawan Terrell Williams pada Oktober 2015. Laga tersebut menjadi pertarungan terakhir dalam kariernya dan mengubah kehidupannya selamanya dengan cara yang sangat menyedihkan.
Dalam pertarungan yang berlangsung di kelas super welterweight itu, Colon beberapa kali mengeluhkan pukulan yang mendarat di belakang kepalanya, yang dilakukan oleh Williams. Bahkan, petinju lawan sempat dikenakan pengurangan satu poin karena melakukan pukulan ilegal yang dikenal sebagai rabbit punches.
Meskipun ada keluhan tersebut, pertandingan tetap dilanjutkan. Keadaan semakin memburuk ketika Colon terjatuh dua kali pada ronde kesembilan, yang menunjukkan bahwa ia berada dalam kondisi yang sangat kritis.
Tim yang mendampingi Colon kemudian mengambil keputusan untuk melepas sarung tinjunya sebagai tanda ingin menghentikan pertarungan. Namun, tindakan tersebut justru berujung pada diskualifikasi Colon karena dianggap melanggar aturan dengan melepas sarung tangan.
Tak lama setelah itu, kondisi Colon semakin memburuk. Ia ditemukan tidak sadarkan diri di ruang ganti dan segera dibawa ke rumah sakit untuk menjalani operasi darurat akibat pendarahan otak yang dialaminya.
Colon bertahan dalam keadaan koma selama 221 hari sebelum akhirnya ia terbangun. Namun, cedera yang dialaminya menyebabkan kerusakan fisik yang sangat parah, sehingga ia tidak bisa lagi berjalan atau berbicara dan memerlukan perawatan penuh waktu.
Kabar duka mengenai meninggalnya Colon disampaikan oleh ayahnya melalui media sosial pada hari Rabu. Dalam pesan yang disampaikan, sang ayah mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas kepergian putranya.
“Selamat pagi, semuanya. Dengan berat hati saya mengumumkan bahwa putra saya, Prichard, telah pergi dari dunia ini,” tulis ayah Colon dengan penuh kesedihan.
Ia juga menyatakan bahwa telah berusaha memenuhi keinginan putranya untuk mengunjungi Puerto Rico, yang menjadi harapan Colon sebelum kepergiannya.
“Terima kasih atas cinta dan doa yang telah diberikan selama bertahun-tahun. Kami berharap agar Anda terus mendoakan kami,” tambahnya.
Kehilangan Colon juga menarik perhatian dari berbagai kalangan di dunia tinju. Presiden WBO, Gustavo Olivieri, memberikan penghormatan kepada mendiang petinju tersebut dengan menyatakan bahwa hidup Colon telah mencerminkan keberanian, ketekunan, dan semangat juang yang luar biasa.
Kisah hidup Colon tidak hanya diingat karena prestasinya di atas ring, tetapi juga karena perjuangannya melawan cedera otak yang menggugah banyak orang di komunitas tinju.
Pada Mei 2017, keluarga Colon mengambil langkah hukum dengan mengajukan gugatan sebesar 50 juta dolar AS terhadap dokter yang bertanggung jawab di sisi ring dan juga promotor pertarungan melawan Williams. Hingga saat ini, kasus tersebut masih belum mendapatkan penyelesaian yang jelas.
➡️ Baca Juga: Diana Berhasil Dievakuasi Setelah Terjebak 30 Jam di Reruntuhan Gempa Kolombia
➡️ Baca Juga: Negara Tetangga RI Diprediksi Akan Setara Panas Sahara pada 2070, Ancaman bagi Kehidupan Manusia




