happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
bola

Persija Siapkan Banding ke PSSI Terkait Sanksi Rp180 Juta dan Dua Laga Kandang Usiran

Jakarta – Persija Jakarta mengambil langkah untuk mengajukan banding setelah menerima sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI yang berhubungan dengan pertandingan melawan Persib Bandung. Tim Macan Kemayoran ini merasa keberatan dengan hukuman yang mengharuskan mereka menjalani dua laga kandang di luar DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Albinus Laurent, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija Jakarta, telah memastikan bahwa timnya sedang mempersiapkan dokumen untuk banding. Dalam proses ini, Persija berharap dapat membatalkan sanksi yang meliputi dua laga kandang usiran serta denda yang ditetapkan oleh Komdis PSSI.

Sanksi yang dijatuhkan tersebut merupakan akibat dari beberapa pelanggaran yang terjadi baik di dalam maupun di sekitar pertandingan antara Persija dan Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada tanggal 12 September 2026.

Dalam keputusan yang dikeluarkan oleh Komdis PSSI, Panpel Persija dilarang menggelar dua laga kandang di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Akibat dari hukuman tersebut, pertandingan kandang melawan Java United harus dilaksanakan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada tanggal 19 September 2026.

Pertandingan tersebut berlangsung tanpa kehadiran penonton, dan Persija berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Java United dalam laga pekan ketiga Super League 2026/2027.

Satu laga kandang lainnya yang terjerat dalam periode hukuman adalah pertandingan Persija melawan Arema FC yang dijadwalkan pada 21 Oktober 2026. Jika proses banding tidak mengubah keputusan, Persija akan kembali menghadapi tantangan dalam mencari stadion di luar tiga wilayah yang disebutkan dalam sanksi.

Di samping hukuman dua laga usiran, Persija juga diwajibkan membayar denda dengan total akumulasi mencapai Rp180 juta.

Pada sidang yang berlangsung pada 15 September, Komdis PSSI menjatuhkan tiga denda yang jumlah keseluruhannya mencapai Rp140 juta. Denda pertama sebesar Rp30 juta dikenakan setelah empat botol air minum dilemparkan dari Tribun Barat ke arah pemain Persib pada menit ke-39.

Persija juga dikenakan denda sebesar Rp60 juta karena adanya tiga flare yang dinyalakan di Tribun Utara serta satu petasan yang dilemparkan dari Tribun Barat pada menit ke-90+3.

Selain itu, pelanggaran lainnya teridentifikasi setelah pertandingan. Komdis PSSI mendapati banyak personel yang tidak memiliki ID Card berada di area FOP dan depan ruang ganti Persija, yang berujung pada denda sebesar Rp50 juta.

Sanksi tambahan juga dikenakan pada sidang tanggal 16 September, di mana Panpel Persija harus membayar denda sebesar Rp40 juta karena terjadinya penyalaan kembang api di area hotel tempat tim Persib menginap sebelum pertandingan.

➡️ Baca Juga: Mantan Bintang Manchester City Raheem Sterling Hadapi Ancaman Penjara 2 Tahun Terkait Lamborghini

➡️ Baca Juga: Presiden Federasi Italia Tegaskan Politisi Hanya Mendorong Saya untuk Mundur di Masa Krisis

Related Articles

Back to top button