happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

kpkgg
berita

Penyelaman Pencarian Korban Kapal Virgo Transport 8 Dihentikan, Ketahui Alasannya

Basarnas telah menghentikan operasi penyelaman dalam upaya pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang hingga saat ini masih belum ditemukan, memasuki hari ke-21 pada hari Sabtu.

Keputusan untuk menghentikan pencarian ini diambil karena kondisi jasad yang hilang telah mengalami perubahan, sehingga melanjutkan operasi di bawah air dianggap tidak lagi efektif di situasi saat ini.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menyampaikan dalam konferensi pers terkait operasi SAR pada hari ke-21 kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, bahwa pada beberapa hari awal, kondisi jasad yang dievakuasi dari kapal tenggelam masih memungkinkan untuk terapung. Hal ini memungkinkan tim untuk mengambil korban yang berhasil dikeluarkan dari kapal dan menerima mereka di permukaan laut.

Namun, situasi tersebut kini telah berubah seiring dengan modifikasi struktur kapal yang terjadi setiap hari sejak awal operasi SAR dimulai.

Syafii menjelaskan bahwa sebelumnya, jasad-jasad yang berhasil dikeluarkan dapat terapung dengan sendirinya, sementara sekarang, setelah dikeluarkan dari kapal, jasad-jasad tersebut cenderung terurai. Oleh karena itu, melanjutkan operasi penyelaman dalam kondisi seperti ini dianggap tidak efektif.

Dia berharap bahwa operasi pengangkatan badan kapal oleh pihak pemilik dapat segera dilakukan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa korban yang masih berada di dalam kapal benar-benar teridentifikasi lokasinya, sehingga proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman setelah kapal berhasil diangkat dari dasar laut.

“Maximal dive untuk badan kapal telah dilakukan, dan selama tiga hari terakhir ini tidak ada penemuan korban lagi,” ungkapnya.

Syafii menjelaskan masih ada bagian dari kapal yang belum dijangkau oleh penyelam, termasuk lambung kiri. Namun, kondisi di dalam kapal dan di sekelilingnya sangat tidak stabil, yang dapat membahayakan keselamatan para penyelam.

Meskipun operasi penyelaman dihentikan, Basarnas memutuskan untuk melanjutkan operasi SAR dengan memfokuskan pencarian di area-area yang berpotensi terdapat korban yang terbawa arus laut, seperti di perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Hingga hari ke-21 operasi SAR, pada pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi bahwa sebanyak 188 orang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat, sementara 80 orang dipastikan meninggal dunia. Masih terdapat 55 korban yang sedang dalam proses pencarian dari total 243 orang yang terdaftar dalam manifes KM Virgo Transport 8.

➡️ Baca Juga: IHSG Dibuka Menurun, Diperkirakan Akan Menguat Sejalan Bursa Asia dan Wall Street

➡️ Baca Juga: Foton Sediakan Lini Listrik Lengkap untuk Permudah Bisnis Logistik Anda

Related Articles

Back to top button