Wali Kota Bekasi Instruksikan ASN untuk Berbelanja di Pasar Tradisional demi Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, diharapkan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar tradisional. Langkah ini diambil untuk memperkuat ekonomi lokal serta mendukung pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UKMM).
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menyampaikan instruksi tersebut sebagai bagian dari Program Gebrak Pasar, yang akan mulai dilaksanakan secara efektif pada hari Jumat mendatang, dan akan terus berlanjut setiap ada kesempatan program.
“Melalui program ini, kami ingin mendorong penguatan ekonomi lokal dengan mengajak ASN dan masyarakat untuk kembali memanfaatkan pasar-pasar tradisional,” ujar Tri dalam sebuah pernyataan di Bekasi, Senin.
Menurutnya, Program Gebrak Pasar merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk menggairahkan kembali aktivitas ekonomi para pedagang yang beroperasi di pasar tradisional sekaligus memperkuat jaringan pelaku UMKM di Kota Bekasi.
Tri mengungkapkan bahwa kondisi pasar tradisional di wilayahnya saat ini menunjukkan perbaikan yang signifikan, baik dari segi kebersihan, keamanan, maupun penataan yang lebih baik.
Ia juga menambahkan bahwa harga berbagai kebutuhan di pasar terbilang kompetitif, memberikan masyarakat alternatif dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung perekonomian para pedagang.
Pelaksanaan Program Gebrak Pasar akan disinkronkan dengan waktu-waktu tertentu, terutama pada tanggal muda, ketika ASN dan masyarakat biasanya berbelanja untuk memenuhi kebutuhan bulanan.
Tri berharap, melalui program ini, sebagian besar belanja pegawai dapat dialihkan dari pusat perbelanjaan modern menuju pasar rakyat. Dengan demikian, perputaran uang akan lebih terasa oleh pedagang dan pelaku UMKM.
“Kami merencanakan minimal setiap awal bulan pada tanggal muda, dengan harapan belanja bulanan pegawai beralih ke pasar tradisional. Jika rata-rata belanja mencapai Rp100.000 dan dihadiri sekitar 1.500 orang, maka akan ada sekitar Rp150 juta perputaran uang yang terjadi di pasar pada hari itu,” jelasnya.
Gerakan ini bukan hanya sekadar aktivitas belanja, tetapi juga merupakan upaya untuk membangun kebiasaan masyarakat agar menjadikan pasar tradisional sebagai pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Dengan semakin banyaknya masyarakat yang berbelanja di pasar, diharapkan aktivitas perdagangan meningkat dan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pendapatan pedagang serta pelaku UMKM,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: Ustaz Riza Muhammad Terus Bagikan Video Nge-Gym Setelah Dihujat: Sehat adalah Pilihan Bijak
➡️ Baca Juga: Polisi Himbau Warga untuk Tetap Tenang Pasca Bentrok Maut di Maluku Tenggara




