Ijazah Gibran Tak Ditemukan, MK Tegaskan Kewenangan Siapa yang Menentukan

Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) baru-baru ini mengumumkan hasil pemeriksaan terkait dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang menjadi salah satu aspek yang dipermasalahkan dalam syarat pencalonannya untuk Pilpres 2024.
MK menyatakan bahwa tidak ada ijazah, sertifikat, atau dokumen pendidikan dari luar negeri yang dapat digunakan untuk menyetarakan pendidikan Gibran dengan tingkat pendidikan setara Sekolah Menengah Atas (SMA).
Dalam penjelasan yang disampaikan, MK menekankan bahwa penentuan keabsahan dan terpenuhinya syarat calon presiden dan wakil presiden adalah wewenang lembaga lain sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UUD 1945. Pernyataan ini disampaikan oleh Hakim Konstitusi Adies Kadir dalam sidang putusan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 yang berlangsung di Gedung MK, Jakarta pada malam 6 Oktober 2026.
“Secara substansial, penilaian mengenai keabsahan dan pemenuhan syarat calon presiden dan wakil presiden merupakan tanggung jawab lembaga yang memiliki kewenangan sesuai dengan ketentuan UUD NRI Tahun 1945,” jelasnya.
Hakim Konstitusi Arsul Sani juga mengungkapkan temuan terkait dokumen pendidikan Gibran. Setelah melakukan pemeriksaan atas bukti yang diajukan oleh pihak-pihak yang terlibat, MK menyimpulkan tidak ada dokumen yang menunjukkan bahwa Gibran telah menyelesaikan pendidikan luar negeri yang setara dengan SMA.
Dalam sidang tersebut, MK juga menyinggung mengenai certificate of attendance yang diajukan dalam konteks syarat pencalonan Gibran.
Dokumen ini tidak dianggap sebagai bukti penyelesaian pendidikan. MK menjelaskan bahwa certificate of attendance hanya mencerminkan kehadiran seseorang dalam proses pembelajaran, tanpa menunjukkan kelulusan.
Walaupun menyampaikan temuan ini, MK tidak memenuhi permohonan yang diajukan oleh pemohon. Dalam putusannya, MK menyatakan bahwa gugatan terkait keabsahan syarat pendidikan Gibran untuk Pilpres 2024 tidak dapat diterima.
➡️ Baca Juga: Mahasiswa Ciptakan Sistem Pengingat Minum Obat untuk Lansia
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Mengendalikan Tempo Permainan Badminton untuk Menguras Energi dan Fokus Lawan




