Menko Airlangga: WFH ASN Berpotensi Hemat APBN hingga Rp6,2 Triliun

Jakarta – Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang mengizinkan aparatur sipil negara (ASN) untuk melakukan pekerjaan dari rumah atau work from home (WFH) selama satu hari dalam seminggu, khususnya pada hari Jumat.
Kebijakan WFH ini diperkirakan dapat menghemat anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga Rp6,2 triliun, berkat pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) oleh masyarakat.
“Potensi penghematan langsung ke APBN dari WFH ASN mencapai Rp6,2 triliun, yang berasal dari penghematan kompensasi BBM,” ungkap Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam sebuah konferensi pers pada Selasa, 31 Maret 2026.
Tidak hanya itu, penghematan dalam konsumsi BBM oleh masyarakat juga diprediksi mencapai angka fantastis sebesar Rp59 triliun.
“Secara keseluruhan, total pembelanjaan masyarakat untuk BBM berpotensi dihemat sebesar Rp59 triliun,” tambahnya.
Airlangga menjelaskan bahwa penerapan kebijakan WFH bagi ASN akan mulai berlaku pada 1 April 2026.
Di samping itu, pemerintah juga akan mendorong efisiensi mobilitas, termasuk mengurangi penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen. Kendaraan operasional dan listrik akan mendapat pengecualian, sementara penggunaan transportasi publik akan digalakkan.
“Ini berarti kita akan mengurangi jumlah kendaraan dinas dan memaksimalkan penggunaan transportasi publik,” imbuhnya.
Pemerintah juga mengajak sektor swasta untuk menerapkan kebijakan serupa agar bersama-sama membangun sebuah budaya kerja yang baru. Airlangga menekankan bahwa penerapan kebijakan ini akan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing sektor usaha.
“Pengaturan mengenai WFH untuk sektor swasta akan diatur melalui surat edaran Menteri Ketenagakerjaan, yang juga mencakup inisiatif efisiensi penggunaan energi di tempat kerja,” lanjutnya.
Namun, beberapa sektor tertentu akan dikecualikan dari kebijakan ini dan diharapkan tetap melakukan pekerjaan di kantor atau lapangan.
Sektor-sektor yang dikecualikan meliputi layanan publik seperti kesehatan, keamanan, dan kebersihan, serta sektor-sektor strategis seperti industri, energi, air, kebutuhan pokok, makanan dan minuman, perdagangan, transportasi, logistik, dan keuangan.
➡️ Baca Juga: Baca Cerita Inspirasi dari Pemilik Restoran Home Cooking
➡️ Baca Juga: Motif Pengemudi Mobil Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu Terungkap, Ternyata Hanya Iseng




