Abdel Bagikan Pesan Terakhir Temon Sebelum Meninggal, Bahas Persiapan Jenazah

Pesan terakhir Temon yang disampaikan kepada sahabatnya, Abdel, kembali menjadi sorotan setelah komedian tersebut berpulang. Dalam suasana duka, Abdel mengenang momen-momen yang pernah mereka lalui, termasuk percakapan mendalam tentang bagaimana Temon ingin diperlakukan seandainya ia meninggal lebih dahulu.
Abdel menceritakan kenangan tersebut dengan nuansa nostalgia, mengingat sosok Temon yang dikenal dengan cara bicara dan humor yang khas. Meskipun topik yang dibahas adalah kematian, Abdel memilih untuk mengenang percakapan itu sebagai bagian dari kenangan lucu yang akan selalu diingatnya.
Dalam perbincangan tersebut, Temon pernah mengungkapkan kekhawatirannya tentang kemungkinan dirinya meninggal lebih dulu. Gaya khas Temon membuat percakapan ini terasa lebih ringan meskipun isi pembicaraannya cukup serius.
Temon bahkan meminta agar Abdel menyampaikan pesan kepada keluarganya jika suatu saat dia mendapati diri melihat jenazahnya. Permintaan ini menunjukkan betapa pentingnya bagi Temon untuk memastikan bahwa segala sesuatunya berjalan sesuai dengan keinginannya.
Percakapan itu kemudian berlanjut ke hal yang cukup menarik. Temon ternyata memiliki keprihatinan khusus mengenai penanganan jenazahnya setelah ia meninggal dunia.
“Kalau memang gue duluan dan lu nyelawat gue, tolong sampaikan ke keluarga gue, jangan sampai hidung gue ditutup dengan kapas, karena gue takut nggak bisa napas,” kenang Abdel, menirukan guyonan Temon sambil tersenyum, dalam sebuah tayangan yang dipublikasikan pada 20 Agustus 2026.
Andhika Pratama yang turut serta dalam diskusi tersebut kemudian menekankan pentingnya untuk memahami konteks dari cerita ini. Ia menjelaskan bahwa candaan yang muncul saat mengenang Temon bukan berarti mereka meremehkan kepergian sahabat mereka.
“Ini adalah klarifikasi. Kami tidak mengolok-olok almarhum, tetapi lebih kepada mengenang gaya dan kepribadian almarhum semasa hidupnya. Itulah yang sebenarnya terjadi,” jelas Andhika.
Abdel menambahkan bahwa cara ini merupakan bagian dari proses dirinya mengenang Temon. Ia merasa telah berdamai dengan kehilangan sahabatnya, dan menjadi lebih menghargai kenangan yang mereka bagi.
Menurut Abdel, kehilangan orang terkasih sering kali membuat kita lebih fokus pada kenangan indah dan lucu dari mereka yang telah pergi.
Ia mengakui bahwa perasaan ini juga dirasakannya setelah kepergian Temon. Kenangan-kenangan yang dulu mungkin tampak mengganggu, kini bertransformasi menjadi momen-momen yang membuatnya tersenyum.
“Begitu kehilangan seseorang yang dekat, kita cenderung mengingat semua kebaikan dan momen lucu yang pernah ada. Semua sifat yang menyebalkan seolah-olah menghilang. Meskipun ada sedikit kenangan yang kurang menyenangkan, pada akhirnya kita lebih memilih untuk mengenang hal-hal yang lucu,” ungkap Abdel.
➡️ Baca Juga: Rp500 Miliar Dialokasikan untuk Renovasi Rumah Penyintas Bencana di Sumatera
➡️ Baca Juga: Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Dilaksanakan Secara Bertahap Menurut Menhan




