Anggun dan Maudy Ayunda Ungkap Tantangan Syuting Para Perasuk: Mandi Lumpur dan Air Kandang Ayam

Jakarta – Menjelang pemutaran film Para Perasuk yang dijadwalkan pada 23 April 2026, acara pre-screening eksklusif diadakan dengan dihadiri oleh para pemain, termasuk Anggun C Sasmi dan Maudy Ayunda yang berperan sebagai tokoh utama.
Film ini mengisahkan sebuah desa bernama Desa Latas yang memiliki tradisi unik berupa pesta sambetan, yaitu ritual kerasukan massal yang melibatkan 20 roh hewan yang berbeda. Mari kita eksplorasi lebih dalam mengenai film ini!
Di balik kisah yang sarat makna, proses pembuatan film tersebut ternyata diwarnai oleh berbagai tantangan yang cukup berat, terutama terkait dengan kondisi lokasi syuting yang ekstrem. Cuaca panas, debu, dan area yang kurang bersahabat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari para pemeran.
Anggun mengungkapkan bahwa intensitas syuting memaksanya untuk beradaptasi dengan cuaca yang sering kali sulit diprediksi.
“Selama proses pengambilan gambar, kami sering berpindah dari satu adegan ke adegan lain dengan cepat, dan rambut saya harus berhadapan dengan kondisi panas dan debu hampir setiap hari. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana cara menjaga kesehatan dan kekuatan rambut di tengah jadwal yang padat,” jelas Anggun dalam sesi wawancara eksklusif bersama Pantene di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, pada 14 April 2026.
Ia bahkan menuturkan bagaimana ia harus melakukan “pertolongan pertama” yang sederhana di sela-sela pengambilan gambar.
“Rasanya sangat sulit. Panasnya itu sudah di luar batas. Setiap kali antara dua scene, saya selalu diberi kompres es. Jika tidak, wajah saya akan sangat tidak nyaman. Itu adalah pengalaman yang sangat menantang,” ungkapnya.
Pengalaman yang berbeda namun sama menantangnya juga dirasakan oleh Maudy. Dalam beberapa adegan, ia harus berurusan langsung dengan lumpur dan air dari sumber yang tidak jelas, yang menambah kompleksitas saat melakukan akting.
“Yang paling sulit adalah saat ada beberapa adegan di mana rambut saya terkena lumpur atau air yang jatuh dari kandang ayam. Kami tidak bisa memastikan asal air itu, jadi kami hanya bisa berdoa agar tidak berbahaya,” ceritanya.
Kondisi tersebut menjadikan momen setelah syuting sebagai hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para pemain.
“Rasanya sangat ditunggu-tunggu untuk bisa bersih-bersih setelah sehari penuh syuting. Di akhir hari, kita bisa kembali ke rutinitas yang lebih menyenangkan, seperti keramas dan merawat diri. Itu menjadi sesuatu yang sangat saya nantikan. Dengan semua tantangan rambut yang panas dan lengket, saya sangat ingin merasakan keramas dengan Pantene menggunakan air dingin di rumah,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: Laptop Terbaik 2025 dengan Keyboard Nyaman untuk Penulis dan Programmer yang Efisien
➡️ Baca Juga: Mengenal BMX dan Sepeda Extreme di Indonesia




