happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Keluarga Ungkap Perasaan Terkait Jurnalis Hilang Kontak Liput Anak Krakatau

Keluarga Firdaus Wajidi, yang dikenal dengan nama Daus, seorang jurnalis yang hilang kontak saat bertugas di kawasan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Banten, menyampaikan perasaan haru mereka setelah dihentikannya operasi pencarian resmi.

Diki, yang merupakan perwakilan dari keluarga Daus, menyatakan bahwa mereka telah berusaha untuk mengikhlaskan setiap kemungkinan yang terjadi pada kerabat mereka. Meskipun demikian, di balik keikhlasan tersebut, harapan untuk menemukan Daus tetap ada.

Pernyataan tersebut disampaikan Diki dalam acara “Doa Bersama dan Solidaritas untuk 5 Jurnalis” yang berlangsung di Gedung Dewan Pers, Jakarta, pada Senin, 21 September 2026.

Diki menjelaskan bahwa selain sebagai keluarga, dirinya juga merupakan seorang jurnalis. Hubungan ini membuat hilangnya Daus menjadi beban emosional yang berat bagi mereka.

“Kami adalah sesama jurnalis dan sekaligus keluarga, sehingga kami berusaha untuk mengikhlaskan kepergian Daus,” ungkap Diki, perwakilan dari keluarga Firdaus Wajidi.

Meskipun telah berusaha menerima kenyataan, Diki menegaskan bahwa keluarga masih berharap untuk mendapatkan informasi mengenai keberadaan Daus.

Ia menuturkan, harapan itu tetap ada meski operasi pencarian dan penyelamatan terhadap rombongan jurnalis dan awak kapal cepat KM Arupadatu I telah diumumkan secara resmi dihentikan.

Keluarga juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah, Basarnas, organisasi pers, dan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam proses pencarian sejak awal.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semuanya. Mohon dimaafkan jika ada kekurangan atau kesalahan dari pihak keluarga,” kata Diki.

Operasi pencarian resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari.

Sebelumnya, upaya pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda telah dilakukan selama sepuluh hari penuh.

Operasi SAR gabungan resmi ditutup pada Kamis, 17 September 2026. Penutupan ini disampaikan oleh Gubernur Banten, Andra Soni, dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Selama operasi tersebut, tim gabungan telah menyisir berbagai sektor untuk menemukan keberadaan rombongan KM Arupadatu I. Namun, hingga penutupan operasi, belum ada tanda-tanda keberadaan para korban maupun awak kapal.

Andra mengungkapkan bahwa pemerintah daerah bersama Basarnas tetap membuka peluang untuk melanjutkan operasi pencarian jika ada petunjuk baru yang dapat dikonfirmasi.

➡️ Baca Juga: Trump Akan Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus: Dia Mencintai Dunia

➡️ Baca Juga: Aldi Taher Terima 10 Ribu Chat Sekaligus, Minta Ampun kepada Netizen

Related Articles

Back to top button