pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

Prabowo: SBY Adalah Taruna Terbaik, Sedangkan Saya Taruna yang Dapat Ditingkatkan

Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berbagi pengalaman tentang masa-masa di akademi militer (Akmil) ketika bersekolah satu angkatan dengan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Prabowo mengungkapkan bahwa SBY berhasil lulus lebih awal dibandingkan dirinya.

“Saya dan Pak SBY masuk dalam angkatan yang sama di Akmil. Namun, beliau keluar lebih dulu, sementara saya lulus di angkatan di bawahnya,” ujar Prabowo saat menyampaikan pidato pada acara perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta Pusat, pada Rabu, 9 September 2026.

Selama masa pendidikan di Akmil, Prabowo menganggap SBY sebagai taruna yang menonjol, yang pada akhirnya bisa lulus dengan predikat sebagai lulusan terbaik.

“Sejak awal, sudah tampak bahwa Pak SBY adalah taruna yang paling unggul. Sementara saya, Prabowo Subianto, adalah taruna yang memiliki potensi untuk ditingkatkan,” jelasnya.

Prabowo juga menekankan betapa terhormat dirinya dapat hadir dalam perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat sekaligus merayakan ulang tahun ke-77 SBY, yang merupakan pendiri dan penggagas partai tersebut.

“Saya merasa sangat terhormat bisa berada di sini, di tengah-tengah Partai Demokrat yang merayakan ulang tahun ke-25, dan juga merayakan ulang tahun ke-77 dari penggagas dan pendiri Partai Demokrat, Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono,” ungkap Prabowo.

Dia kemudian menghubungkan perjalanan karirnya dan SBY di dunia militer dengan keputusan keduanya untuk melanjutkan pengabdian melalui jalur politik setelah menyelesaikan tugas di TNI.

“Pak SBY pernah menjabat sebagai jenderal, begitu pula saya; namun kami, sebagai prajurit TNI, dididik dan dibesarkan untuk menjadi tentara rakyat,” tuturnya.

Prabowo menekankan bahwa pendidikan sebagai tentara rakyat membentuk pemahaman bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah hal yang utama, termasuk saat terjun ke dunia politik melalui proses demokrasi.

Dia menilai SBY telah memberikan contoh nyata dengan mengakhiri karir militernya, membangun partai politik, dan kemudian maju ke hadapan rakyat untuk meraih mandat melalui pemilihan umum.

“Jika kita mencontoh hal-hal baik, maka itu diperbolehkan. Saya pun mendirikan partai, melangkah ke masyarakat, dan meminta mandat,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengungkapkan bahwa ia mengalami empat kali kegagalan dalam meraih mandat rakyat sebelum akhirnya terpilih sebagai Presiden RI. Sementara itu, Partai Demokrat juga pernah mengalami masa kejayaan dan saat-saat sulit di luar pemerintahan.

➡️ Baca Juga: Pesan Berharga Mantan Wapres RI ke-6 Try Sutrisno untuk Generasi Muda Sebelum Meninggal

➡️ Baca Juga: Kesehatan Mental di Kalangan Remaja: Pentingnya Dukungan

Related Articles

Back to top button