Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
berita

KPK Telusuri Motif Bupati Cilacap dalam Penyediaan THR untuk Forkopimda

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini sedang menyelidiki latar belakang tindakan Bupati Cilacap nonaktif, Syamsul Auliya Rachman, yang menyiapkan tunjangan hari raya (THR) untuk forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa pihaknya juga sedang menginvestigasi rencana Syamsul dalam pengelolaan THR tersebut.

“Terkait dengan dugaan pengumpulan dana oleh Bupati Cilacap yang akan diserahkan kepada Forkopimda di wilayah Kabupaten Cilacap, tentu kami mendalami motif, tujuan, dan rencana dari pemberian uang tersebut,” ungkap Budi kepada wartawan pada Rabu, 18 Maret 2026.

Budi menambahkan bahwa KPK merasa perlu melakukan pendalaman lebih lanjut mengingat jumlah THR yang akan diberikan oleh Syamsul Auliya tergolong sangat besar.

“Nilai yang ditawarkan untuk setiap anggota Forkopimda ini sangat fantastis. Kami perlu menyelidiki lebih jauh mengenai tujuannya. Jangan sampai pemberian THR ini digunakan sebagai modus untuk menutupi masalah yang ada di lingkungan pemerintah daerah, sehingga menimbulkan konflik kepentingan yang bisa menghambat penegakan hukum,” tuturnya.

Sebelumnya, pada 13 Maret 2026, KPK mengumumkan operasi tangkap tangan kesembilan di tahun 2026, yang merupakan yang ketiga selama bulan Ramadhan.

Dalam operasi tersebut, Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, beserta 26 orang lainnya ditangkap, dan KPK juga menyita uang tunai dalam berbagai denominasi.

Di hari berikutnya, 14 Maret 2026, KPK mengumumkan bahwa Syamsul Auliya Rachman (AUL) dan Sekretaris Daerah Cilacap, Sadmoko Danardoo (SAD), ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dan penerimaan suap di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk tahun anggaran 2025-2026.

Syamsul Auliya sebelumnya menargetkan untuk mengumpulkan dana sebesar Rp750 juta dari kegiatan pemerasan tersebut, dengan alokasi Rp515 juta untuk Tunjangan Hari Raya (THR) Forkopimda Kabupaten Cilacap, sementara sisanya akan digunakan untuk kepentingan pribadi. Namun, sebelum penangkapannya oleh KPK, ia baru berhasil mengumpulkan Rp610 juta.

➡️ Baca Juga: Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Perkenalkan MBG Indonesia kepada Masyarakat Prancis

➡️ Baca Juga: Pasar Mobil RI Terhambat di Bawah 1 Juta Unit, Identifikasi Masalah Utama di Sektor Ini

Related Articles

Back to top button