Harga Avtur Meningkat Hampir 70 Persen Akibat Eskalasi Perang yang Berlanjut

Harga avtur di Indonesia mengalami lonjakan signifikan pada awal bulan April 2026. Kenaikan harga bahan bakar pesawat ini disebabkan oleh penurunan pasokan energi yang terjadi akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah, yang tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Sebelum adanya penyesuaian harga avtur oleh pemerintah Indonesia, harga jet fuel di Amerika Serikat telah meningkat hingga 95 persen sejak sebelum terjadinya perang di kawasan tersebut. Menurut data dari Argus U.S. Jet Fuel Index yang dipublikasikan oleh Airlines for America, harga melonjak dari US$2,50 per galon pada 27 Februari 2026 menjadi US$4,88 per galon pada 2 April 2026.
Angka ini setara dengan sekitar US$205 atau Rp 3.490.740 (dengan estimasi kurs Rp 17.030 per dolar AS) per barel. Lonjakan harga ini berdampak serius pada tarif tiket pesawat, bahkan menyebabkan ribuan penerbangan dibatalkan. Maskapai penerbangan terpaksa menanggung beban biaya operasional yang meningkat, yang pada gilirannya menimbulkan tekanan yang besar di industri penerbangan.
Di Indonesia, situasi serupa juga terjadi. Berdasarkan informasi dari Pertamina pada tanggal 6 April 2026, harga avtur di berbagai bandara mengalami kenaikan yang signifikan, bahkan mendekati angka 70 persen.
Di Bandara Soekarno-Hatta (CGK), harga avtur yang sebelumnya terendah, melonjak dari Rp13.656,51 menjadi Rp23.551,08 per liter. Di Bandara Kualanamu (KNO), harga avtur meningkat dari Rp14.925,33 per liter menjadi Rp24.819,90 per liter.
Di Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), harga avtur juga mengalami kenaikan dari Rp14.880,81 menjadi Rp24.775,38 per liter. Sementara itu, di Yogyakarta International Airport (YIA) dan Ngurah Rai (DPS), harga melonjak dari Rp15.448,44 menjadi Rp25.343,01 per liter. Adapun di Bandara Juanda Surabaya (SUB), harga avtur naik dari Rp15.236,97 menjadi Rp25.131,54 per liter.
Di wilayah Indonesia timur, seperti di Bandara Olilit Airport (SXK), Nabire Airport (NBX), Kao Airport (KAZ), Bandara Pattimura (AMQ), dan Dumatubin Airport (LUV), harga avtur juga meningkat tajam dari Rp15.737,82 menjadi Rp25.632,39 per liter. Ini menjadikan harga avtur di kawasan ini sebagai yang tertinggi di Indonesia.
Greg Raiff, seorang pakar logistik penerbangan dan pemilik perusahaan jet pribadi Elevate Jet, memperkirakan bahwa harga avtur masih akan terus mengalami peningkatan dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan oleh penutupan Selat Hormuz, jalur penting dalam distribusi minyak dunia, yang masih terganggu akibat konflik yang belum mereda.
➡️ Baca Juga: Kegiatan Budaya yang Mengangkat Kearifan Lokal di Indonesia
➡️ Baca Juga: 5 Gestur Split-Screen Tersembunyi di iOS 18—Buka 2 App Sekaligus Tanpa Jailbreak!




