pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

Tim SAR Kerahkan Kapal Perang untuk Cari 5 Jurnalis yang Hilang Liput Anak Krakatau

Upaya pencarian terhadap delapan individu yang hilang setelah speed boat yang mereka gunakan kehilangan kontak di perairan Selat Sunda, Banten, terus berlangsung dengan intensif dan penuh dedikasi.

Tim SAR gabungan telah memperluas area pencarian dengan memanfaatkan kekuatan dari laut dan udara. Berbagai sarana, seperti kapal, perahu cepat, helikopter, dan drone thermal, dikerahkan untuk menyisir wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau dan area yang lebih luas di Selat Sunda.

Dalam operasi ini, wilayah pencarian dibagi ke dalam sejumlah sektor untuk memaksimalkan efisiensi. Beberapa alat yang diterjunkan meliputi KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Kerambit, KAL Anyer, KAL Pahawang, KP Sanjaya, KP Hayabusa, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, hingga TB Gunung Santri.

Dukungan udara juga diperkuat dengan pengiriman Helikopter HR-3604 serta dua unit drone thermal dari Basarnas untuk memperluas jangkauan pencarian secara efektif.

Di sekitar Gunung Anak Krakatau, KN SAR Tetuka 247 melakukan pencarian visual yang didukung oleh drone. Sementara itu, RIB 02 Banten melakukan pemantauan di wilayah sekitar Pulau Sertung dan perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Pencarian juga dilakukan oleh berbagai unsur lain sesuai dengan sektor yang telah ditentukan, termasuk KN SAR Basudewa, RIB Lampung, KRI Leuser, KAL Anyer, KRI Kerambit, KP Sanjaya, KAL Pahawang, KP Hayabusa, dan RBB Pulau Peucang.

Pencarian dari udara berfokus pada sektor H, yang mencakup area seluas sekitar 2.063 nautical mile persegi. Helikopter HR-3604 berangkat dari Lapangan Bola Carita pada pukul 16.10 WIB dan menyisir daerah pencarian yang telah ditentukan sebelum kembali mendarat pada pukul 17.30 WIB.

Namun, hingga hari keempat pencarian, belum ada informasi mengenai keberadaan delapan orang tersebut. Mereka masih dalam status pencarian dan belum ditemukan tanda-tanda keberadaan mereka.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menyampaikan bahwa pola pencarian akan terus diperluas dengan memaksimalkan semua sumber daya yang tersedia.

“Pada hari keempat ini, kami terus memperluas pencarian, baik melalui jalur laut maupun udara. Semua unsur bekerja sesuai dengan sektor yang telah ditentukan, termasuk dukungan dari helikopter dan drone untuk meningkatkan jangkauan pemantauan,” ungkap Al Amrad pada Jumat, 11 September 2026.

➡️ Baca Juga: Legislator PDIP Berikan Edukasi Hukum kepada Kepala Desa di Bali untuk Hindari Kasus Hukum

➡️ Baca Juga: Negara Tetangga RI Diprediksi Akan Setara Panas Sahara pada 2070, Ancaman bagi Kehidupan Manusia

Related Articles

Back to top button