Tantangan B50 untuk Oli Mesin Diesel di Sektor Pertambangan yang Harus Diatasi

Penggunaan biodiesel dengan kadar campuran yang meningkat, seperti B50, mulai memengaruhi kebutuhan perawatan mesin diesel, terutama pada kendaraan dan peralatan yang beroperasi di sektor pertambangan.
Perubahan ini menjadi salah satu fokus yang diangkat oleh Repsol Lubricants Indonesia dan United Oil dalam acara Mining Indonesia 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 9-12 September 2026.
Pameran yang memasuki edisi ke-24 ini mempertemukan berbagai pelaku industri pertambangan, mulai dari produsen alat berat, pemasok komponen dan pelumas, hingga pengguna peralatan untuk kegiatan operasional.
Dalam suasana yang dinamis tersebut, Repsol menekankan pentingnya pelumasan untuk mesin diesel yang beroperasi dalam kondisi yang sangat menuntut. Salah satu produk unggulan yang ditampilkan adalah Repsol DXR 8 SAE 15W-40 API CI-4.
Pelumas ini dirancang khusus untuk mesin diesel heavy-duty dan mengandung aditif detergent serta dispersant. Keduanya memiliki peran yang berbeda dalam menjaga kualitas pelumas dan kondisi komponen mesin selama penggunaan.
Aditif detergent berfungsi untuk menjaga kebersihan komponen mesin, sementara dispersant berperan penting dalam menjaga kontaminasi, seperti soot dan karbon, tetap terdispersi dalam oli. Kontaminasi tersebut bisa dikelola melalui sistem filtrasi, sehingga pembentukan deposit dapat diminimalkan.
Perhatian khusus harus diberikan ketika mesin beroperasi menggunakan bahan bakar biodiesel dengan kadar campuran tinggi, termasuk B50. Karakteristik pembakaran dan kontaminan yang dihasilkan dari bahan bakar ini menjadikan kondisi oli sebagai faktor kritis dalam perawatan mesin diesel.
Alejandro Werd Alonso, Head of Marketing Repsol Lubricants Indonesia, menjelaskan bahwa kebutuhan di sektor pertambangan memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan penggunaan kendaraan secara umum.
“Industri pertambangan memiliki tuntutan operasional yang sangat spesifik, terutama ketika alat berat diharuskan bekerja di lingkungan yang ekstrem dan memerlukan tingkat keandalan yang tinggi,” ujarnya dalam keterangan resmi pada 12 September 2026.
Menurutnya, pemilihan pelumas tidak hanya harus mempertimbangkan produk yang digunakan, tetapi juga harus disesuaikan dengan aplikasi dan kondisi operasional alat.
Dalam konteks penggunaan B50, spesifikasi pelumas juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. Repsol menyatakan bahwa DXR 8 dengan spesifikasi API CI-4 sangat relevan untuk aplikasi yang memanfaatkan bahan bakar tersebut, terutama dalam menjaga kebersihan mesin serta mengendalikan soot dan karbon.
➡️ Baca Juga: Gaji ASN Naik Mulai Januari 2025: Apa yang Perlu Diketahui?
➡️ Baca Juga: Kiandra Ramadhipa Raih Peringkat 10 di Balapan Pertama Musim Ini




