depo 10k depo 10k
berita

Kepala Staf Angkatan Darat AS Diberhentikan Karena Ketidaksesuaian dengan Kebijakan Trump

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, telah meminta Kepala Staf Angkatan Darat AS, Jenderal Randy A. George, untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya di tengah konflik yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran.

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di platform X pada malam Kamis, juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengonfirmasi bahwa George akan pensiun dari posisinya. Namun, ia tidak memberikan penjelasan mengenai alasan di balik keputusan mendadak ini, terutama mengingat kondisi perang yang sedang berlangsung.

Parnell menambahkan bahwa Departemen Pertahanan sangat menghargai dedikasi Jenderal George selama puluhan tahun dalam mengabdi untuk negara.

Pemecatan Kepala Staf Angkatan Darat ini, yang pertama kali dilaporkan oleh CBS, merupakan bagian dari serangkaian penggantian pejabat tinggi militer AS sejak Hegseth mengambil alih jabatan pada Januari lalu.

Menurut laporan dari CBS, seorang sumber menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil karena Hegseth menginginkan sosok pemimpin yang sejalan dengan visinya dan visi Presiden Donald Trump untuk Angkatan Darat.

Melansir Al Jazeerah pada 4 April 2026, Jenderal George, yang kini berusia 61 tahun, diangkat ke jabatannya pada tahun 2023 oleh Presiden Joe Biden. Ia memiliki pengalaman luas dengan penugasan di luar negeri, termasuk dalam konflik di Irak dan Afghanistan.

Selama masa jabatannya sebagai kepala staf, George dikenal karena upayanya dalam meningkatkan efisiensi Angkatan Darat dan memperkenalkan teknologi baru. Inovasi yang ia bawa termasuk penggunaan drone dengan biaya rendah untuk intercept rudal dan sistem penargetan yang berbasis pada kecerdasan buatan.

Laporan dari The New York Times menunjukkan bahwa pemecatan ini berkaitan dengan ketegangan antara George dan Hegseth. Hal ini terjadi setelah Hegseth memutuskan untuk menyoroti dan menunda promosi empat perwira dari daftar yang berisi 29 personel.

Sebagian besar nama dalam daftar tersebut adalah pria kulit putih, sedangkan dua perwira yang dicoret oleh Hegseth adalah orang kulit hitam dan dua lainnya perempuan, menurut laporan yang mengutip pejabat militer yang tidak disebutkan namanya.

Keputusan Hegseth ini menimbulkan pertanyaan di kalangan perwira senior mengenai kemungkinan adanya bias rasial atau gender dalam proses promosi tersebut. Meskipun George telah meminta pertemuan dengan Menteri Pertahanan dua minggu lalu untuk membahas masalah ini, Hegseth dilaporkan menolak permintaan tersebut.

➡️ Baca Juga: Netanyahu Setelah Ancaman Serangan Rudal Iran: Fakta Terkini dan Posisi Terakhirnya

➡️ Baca Juga: Polri dan Bulog Salurkan 1.337 Ton Beras ke Masyarakat Menjelang Lebaran

Related Articles

Back to top button