Data World Economic Forum Menunjukkan Perubahan Gaya Hidup dan Prioritas Kesehatan Setelah Pandemi

Survei yang dilakukan oleh World Economic Forum (WEF) menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengadopsi gaya hidup sehat telah mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sekitar 62 persen responden kini menjadikan kesehatan sebagai salah satu prioritas utama mereka setelah adanya pandemi.
Perubahan gaya hidup sehat tidak hanya berkaitan dengan pola makan yang baik dan aktivitas fisik yang memadai, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan. Tempat tinggal, lokasi belajar, dan area kerja dapat menjadi sumber paparan berbagai zat yang dapat memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang.
Adjie Negara, seorang arsitek dan perancang kota, menekankan bahwa seiring dengan kemajuan teknologi dan industri, banyak produk rumah tangga, material bangunan, dan alat sehari-hari yang mengandung berbagai bahan kimia untuk meningkatkan performa, daya tahan, dan kualitasnya.
Namun, penting bagi masyarakat untuk memahami jenis-jenis bahan kimia tersebut serta potensi dampaknya, agar mereka dapat menggunakan produk-produk ini dengan lebih bijak dan aman. Adjie menambahkan bahwa lingkungan tempat kita tinggal atau bekerja sangat memengaruhi kesejahteraan penghuninya.
“Desain bangunan yang kita buat harus memperhatikan berbagai aspek, termasuk penempatan jendela agar lebih banyak sinar matahari dapat masuk, penghawaan yang baik, sirkulasi udara yang optimal, dan penempatan elemen hijau. Semua ini bukan hanya berfungsi sebagai sumber oksigen, tetapi juga sebagai pelindung dari stres yang penting untuk kesehatan mental,” jelas Adjie dalam pernyataannya pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Pemilihan material bangunan juga menjadi hal yang sangat krusial. Menurutnya, material untuk area luar harus berbeda dari yang digunakan di dalam ruangan. “Kita juga harus menghindari ancaman bahaya, yaitu kendala-kendala yang dapat membahayakan akibat pemilihan material yang tidak tepat,” ujarnya.
Pemilihan bahan bangunan seharusnya diperhatikan mulai dari atap, dinding, hingga lantai. Adjie menggarisbawahi bahwa pemilihan material adalah elemen penting dalam arsitektur, termasuk dalam konteks bangunan secara keseluruhan, di mana salah satu kriteria utamanya adalah pemilihan bahan.
Terlebih lagi, untuk material yang akan bersentuhan langsung dengan pengguna yang beraktivitas di dalamnya, baik melalui kulit, inhalasi, atau melalui saluran air yang dapat memengaruhi kualitas air tersebut.
“Bagi rumah tinggal, jika ada penghuni yang memiliki kebutuhan khusus atau sensitivitas tertentu, seperti asma, maka sangat penting untuk menghindari penggunaan bahan kimia tertentu,” ujar Adjie.
➡️ Baca Juga: IPhone Hilang di Pesawat, Penumpang Garuda Mengadu ke Polisi Australia
➡️ Baca Juga: Saham Pop Mart Pecah Rekor Tertinggi Berkat Tren Labubu




