Pernyataan Tegas Tessa Mariska untuk Ruben Onsu dan Sarwendah: Rasa Kasihan yang Dalam

Artis senior Tessa Mariska memberikan tanggapan terkait konflik yang melibatkan Ruben Onsu dan Sarwendah, yang belakangan ini semakin memanas dan menjadi sorotan masyarakat.
Tessa menegaskan bahwa dirinya tidak akan mendukung salah satu pihak, karena keduanya memiliki tanggung jawab untuk menjalankan peran sebagai orang tua yang baik bagi anak-anak mereka.
“Saya sebenarnya berpihak pada anak-anak, karena mereka membutuhkan kasih sayang dari orang tua, baik dari ibu maupun ayah,” ujar Tessa saat berbincang dengan wartawan pada Rabu (7/10/2026).
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap keadaan Ruben yang hingga saat ini belum dapat bertemu dengan anak-anaknya.
“Saya tidak memihak Ruben secara khusus, tetapi saya merasa prihatin karena ia belum memiliki waktu untuk bertemu dengan anak-anaknya. Saya merasa kasihan,” tambahnya.
Namun, Tessa juga tidak bisa membela Sarwendah sepenuhnya karena menurutnya, tindakan mantan istri Ruben tersebut tidak sepenuhnya benar.
“Saya juga tidak bisa sepenuhnya berpihak kepada Sarwendah, karena mereka berdua memiliki masalah dan alasan masing-masing yang harus dipahami,” jelasnya.
Sebelumnya, diberitakan bahwa Sarwendah mendapatkan teguran dari seorang psikolog anak akibat perseteruannya dengan mantan suami, Ruben Onsu, yang terus berlanjut hingga kini.
Walaupun demikian, Sarwendah menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melarang anak-anak untuk bertemu dengan Ruben, meskipun ada pernyataan yang menyatakan sebaliknya dari pihak Ruben.
“Jadi, begini, banyak tekanan dari luar yang mengatakan seolah-olah saya tidak mengizinkan anak-anak untuk bertemu ayah mereka,” kata Sarwendah dalam Podcast Reyben Entertainment, yang dikutip pada Senin (5/10/2026).
Sarwendah juga menjelaskan bahwa dirinya sering mengajak anak-anaknya untuk bertemu dengan Ruben Onsu.
“Jadi, saya selalu mendorong mereka untuk bertemu. Namun, dari pihak sana tidak ada upaya untuk menjangkau anak-anak atau menghubungi saya sama sekali,” ungkapnya.
Akibat dari perilakunya tersebut, Sarwendah mengaku mendapatkan teguran dari psikolog anak karena dianggap terlalu memaksakan kehendak.
“Anak-anak memiliki psikolog, dan saya ditegur oleh psikolog mereka karena mengapa? Karena saya diminta untuk tidak terlalu memaksa anak-anak,” tambahnya.
“Kenapa? Karena anak-anak merasa seperti saya mengusir mereka,” lanjut Sarwendah menjelaskan.
➡️ Baca Juga: Laptop Ultra-Portable Premium Terbaik untuk Digital Nomad yang Sering Bepergian Profesional
➡️ Baca Juga: Analisis Dampak Ritme Permainan terhadap Daya Tahan Pemain Sepak Bola




