Basel – Dua pasangan ganda putri Indonesia mengalami hasil yang berbeda pada babak pertama Swiss Open 2026 yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, pada hari Selasa waktu setempat. Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil melanjutkan langkah mereka ke babak 16 besar, sementara Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum harus menghentikan perjalanan mereka lebih awal.
Tiwi dan Fadia menunjukkan permainan yang sangat solid saat berhadapan dengan wakil dari Polandia, Paulina Cybulska dan Kornelia Marczak. Sejak awal gim pertama, pasangan Indonesia ini langsung mengambil inisiatif dan mengendalikan permainan. Mereka unggul dengan skor 11-6 pada interval sebelum akhirnya menutup gim pertama dengan kemenangan yang mencolok, yakni 21-10.
Dominasi mereka berlanjut pada gim kedua. Tanpa memberikan kesempatan bagi lawan untuk membangun permainan, Tiwi dan Fadia kembali memimpin jauh dengan skor 11-5 di interval dan menuntaskan pertandingan dengan hasil yang sama, 21-10. Kemenangan ini diraih hanya dalam waktu 29 menit, memastikan mereka melangkah ke babak kedua turnamen bergengsi bertingkat Super 300 ini.
Namun, keberhasilan tersebut tidak diikuti oleh Rachel dan Febi. Mereka harus mengakui keunggulan pasangan asal China, Bao Li Jing dan Luo Xu Min, setelah melewati drama dua gim yang berakhir dengan skor 9-21 dan 19-21.
Rachel mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama kekalahan mereka adalah kesulitan dalam beradaptasi dengan kondisi lapangan di Basel.
“Kami tidak tampil dengan baik. Banyak peluang yang seharusnya bisa menjadi poin malah terlewat begitu saja,” ujar Rachel dalam pernyataannya kepada PP PBSI. Ia menambahkan bahwa kondisi lapangan yang tidak berangin menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.
Febi sejalan dengan Rachel, menyesalkan kegagalan mereka dalam mempertahankan keunggulan di gim kedua. “Setelah interval, lawan bermain lebih agresif dan pertahanan kami tidak cukup siap. Ini sangat disayangkan,” kata Febi.
Meskipun kecewa dengan hasil di Swiss, Rachel dan Febi tidak ingin terlarut dalam kesedihan. Mereka berkomitmen untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen berikutnya.
“Pastinya kami tidak senang, kami akan berusaha lebih baik di pekan depan di Orleans Masters,” tutup Rachel.
➡️ Baca Juga: Cara Mudah Menguasai Bisnis dalam Waktu Singkat: Tips Praktis
➡️ Baca Juga: Inovasi dalam Pendidikan: Pembelajaran Daring yang Efektif
