Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya peningkatan jumlah titik api yang menunjukkan indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi di Kalimantan, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Menurut Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP. Panjaitan, pada Senin, 31 Agustus 2026, jumlah titik panas di Kalimantan Barat mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sementara itu, di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, jumlah titik api tersebut mengalami penurunan yang relatif.
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan di ketiga provinsi tersebut, Berton menjelaskan bahwa terdapat kenaikan jumlah titik api dengan jarak pandang yang berkisar antara satu hingga dua kilometer. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi kebakaran di daerah tersebut masih perlu diwaspadai.
Sementara itu, di wilayah Sumatera, tepatnya di Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi, secara umum jumlah titik api cenderung mengalami penurunan. Namun, BNPB mencatat adanya peningkatan titik panas di Sumatera Selatan yang mencapai 209 titik, sehingga total titik panas di wilayah tersebut mencapai 1.013 titik.
Di Riau dan Jambi, Berton melanjutkan, terjadi pengurangan jumlah titik panas secara signifikan. Jarak pandang di Riau dan Sumatera Selatan berfluktuasi antara empat hingga lima kilometer, sedangkan di Jambi berada di sekitar tujuh kilometer.
Berton menambahkan bahwa situasi ini berhubungan erat dengan kualitas udara yang dapat dimonitor melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang disediakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan ISPU yang tersedia di laman resmi KLH untuk mendapatkan informasi mengenai kualitas udara hingga tingkat kabupaten atau kota.
“Masyarakat dapat mengakses informasi tersebut, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan dengan lebih tepat saat kualitas udara menjadi berbahaya atau tidak sehat,” kata Berton.
Selain memantau kualitas udara, BNPB juga mengawasi sebaran polutan berdasarkan prediksi yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menurut Berton, sebaran polutan di beberapa daerah di Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, diperkirakan masih cukup pekat.
“Di Kalimantan Barat, Tengah, dan Selatan, kondisi polutan sangat pekat. Ini menjadi indikasi bahwa jumlah asap di wilayah-wilayah tersebut cukup tebal,” ujarnya.
Sebaran polutan tersebut juga terpantau di beberapa daerah di Sumatera, antara lain Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Sementara itu, di Papua dan Jawa, diperkirakan terjadi penurunan intensitas sebaran polutan.
➡️ Baca Juga: Persib Belum Maksimal, Igor Tolic Ungkap Kondisi Pemain Usai Kalah 3-0 dari Sabah FC
➡️ Baca Juga: Perayaan Hari Bumi: Aksi Nyata untuk Lingkungan
