Timnas Indonesia U-17 Targetkan Tiga Pemain Diaspora Menjelang Piala AFF U-17 2026

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, baru-baru ini mengungkapkan strategi timnya dengan mengundang tiga pemain diaspora untuk mengikuti pemusatan latihan menjelang Piala AFF U-17 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan matang untuk kompetisi mendatang.
Kurniawan menginformasikan bahwa ketiga pemain yang akan diundang berasal dari negara-negara seperti Inggris, Australia, dan Selandia Baru. Saat ini, tim pelatih masih melakukan komunikasi dengan mereka untuk memastikan kehadiran mereka dalam skuad Garuda Muda.
“Kami berencana untuk mengundang tiga pemain diaspora mulai minggu depan. Saat ini kami masih berkomunikasi, terutama dengan pemain dari Inggris terkait tiket penerbangan yang harus melalui Timur Tengah. Kami tengah mencari solusi untuk hal tersebut. Selain itu, satu pemain berasal dari Australia dan satu lagi dari Selandia Baru,” jelas Kurniawan saat ditemui setelah acara undian grup Piala AFF U-17 2026 di Jakarta, Jumat lalu.
Menurut Kurniawan, semua pemain diaspora yang memiliki status sebagai warga negara Indonesia memiliki hak yang sama untuk membela tim nasional, asalkan mereka memenuhi kriteria kualitas yang dibutuhkan oleh tim.
“Mereka mempunyai hak untuk menjadi bagian dari tim nasional. Dengan status sebagai pemegang paspor Indonesia dan berdasarkan rekaman video yang kami tinjau, kualitas mereka memang terlihat menjanjikan. Siapa pun yang memiliki kemampuan dan sesuai dengan rencana permainan yang kami susun, berhak untuk memperkuat timnas,” tambahnya.
Kurniawan juga menjelaskan bahwa proses pemantauan terhadap pemain diaspora dilakukan dengan cara berkomunikasi langsung dengan mereka serta orang tua mereka. Tim pelatih juga secara aktif menganalisis rekaman permainan yang dikirimkan oleh para pemain tersebut.
Dari sekian banyak video yang diterima, tim pelatih melakukan penyaringan hingga hanya tersisa tiga pemain yang dianggap paling cocok dengan kebutuhan taktik tim.
“Dari banyaknya rekaman video yang kami terima, kami menyaringnya hingga hanya tersisa tiga pemain yang dianggap paling sesuai dengan rencana permainan yang telah kami siapkan,” ungkap Kurniawan.
Namun, kehadiran para pemain diaspora ini di turnamen belum sepenuhnya terjamin. Hal ini disebabkan oleh komitmen mereka yang masih terikat kontrak dengan klub-klub di luar negeri.
“Kami sudah mengajukan undangan kepada mereka. Namun, mereka tetap terikat dengan klub masing-masing. Jadi, mungkin akan ada prioritas tertentu untuk menentukan siapa yang bisa bergabung,” tutup Kurniawan.
➡️ Baca Juga: Rangkaian Pernikahan Al Ghazali Belum Usai, Masih Ada Unduh Mantu
➡️ Baca Juga: Polisi Tetapkan Ketua Cabang dan Sekjen Ormas sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan di Depok




