Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
bola

Surat Resmi AFC untuk Persib: Dukungan dan Harapan untuk Masa Depan Klub

Persib Bandung kembali menghadapi tantangan serius setelah mendapatkan sanksi dari Asian Football Confederation (AFC). Sanksi ini berkaitan dengan insiden yang terjadi dalam pertandingan AFC Champions League (ACL) musim 2025/2026. Pelanggaran yang terjadi melibatkan perilaku suporter yang tidak sesuai dalam pertandingan fase gugur.

Pertandingan yang menjadi sorotan adalah duel antara Ratchaburi FC dan Persib yang berlangsung pada 11 Februari 2026. Laga tersebut merupakan leg pertama dari babak 16 besar Regional Timur yang dilaksanakan di Dragon Solar Park.

Dalam pengumuman resmi, AFC menegaskan bahwa Persib harus bertanggung jawab atas tindakan suporternya. Hal ini mengacu pada ketentuan Pasal 65 dalam Kode Disiplin dan Etika AFC yang mengatur mengenai tanggung jawab klub terhadap perilaku penonton.

Insiden yang dinyatakan sebagai pelanggaran melibatkan keributan antara suporter Persib dengan pendukung tim lawan. Tindakan tersebut jelas dianggap sebagai perilaku yang tidak pantas dalam konteks pertandingan resmi.

AFC juga mencatat bahwa ini bukanlah pelanggaran pertama bagi klub asal Bandung tersebut. Kasus ini tercatat sebagai pelanggaran keempat yang dialami Persib, yang berarti ada catatan residivisme yang masih berlaku.

Berdasarkan analisis tersebut, AFC memutuskan untuk memberikan sanksi berupa denda finansial kepada Persib. Jumlah denda yang harus dibayarkan mencapai USD 8.750, yang setara dengan sekitar Rp148 juta.

Keputusan ini sesuai dengan ketentuan Pasal 65.1 dalam Kode Disiplin dan Etika AFC, yang menilai bahwa Persib telah melanggar aturan terkait tanggung jawab klub atas perilaku penonton.

Selain itu, AFC juga menetapkan durasi waktu untuk melunasi denda tersebut. Persib diwajibkan untuk menyelesaikan sanksi dalam waktu 30 hari sejak keputusan tersebut disampaikan.

Ketentuan mengenai batas waktu pembayaran ini merujuk pada Pasal 11.3 dalam regulasi yang sama. Persib diharapkan untuk memenuhi kewajiban ini sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Sanksi ini tentu menambah catatan disiplin bagi Persib di kompetisi Asia musim ini. Klub yang dikenal dengan julukan Maung Bandung ini memang telah beberapa kali terjerat hukuman dari AFC selama berlaga di pentas Asia.

Keputusan AFC terkait sanksi ini adalah sebagai berikut:

Liga Champions AFC Two 2025/26 (Fase Gugur), Ratchaburi FC (THA) vs Persib Bandung (IDN) pada 11 Februari 2026.

Persib Bandung (IDN) bertanggung jawab atas perilaku penonton sesuai Pasal 65, Kode Disiplin dan Etika AFC.

Suporter yang terkait dengan pihak yang tergugat terlibat dalam keributan dengan penonton dari klub tuan rumah, yang merupakan tindakan perilaku tidak pantas.

➡️ Baca Juga: Daftar Gadget yang Bisa Membantu Mengurangi Kecanduan Smartphone

➡️ Baca Juga: Konsol PS6 Bakal Seperti Apa? Gue Denger-denger Bakal Na Kembali

Related Articles

Back to top button