Kepala Intelijen IRGC Tewas dalam Serangan Bersama Israel dan AS

Serangan militer yang dilakukan secara bersamaan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran kembali menimbulkan dampak signifikan. Dalam operasi terbaru yang diluncurkan hari ini, kepala intelijen Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayor Jenderal Majid Khademi, dilaporkan tewas.
Informasi mengenai kematian Khademi diumumkan secara resmi oleh pihak IRGC melalui saluran Telegram mereka.
“Mayor Jenderal Majid Khademi, sosok berpengaruh dan terdidik yang menjabat sebagai kepala Organisasi Intelijen Korps Pengawal Revolusi Islam, telah gugur dalam serangan teroris yang dilakukan oleh musuh Amerika-Zionis… pada dini hari ini,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip dari laman berita internasional.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, juga mengonfirmasi kematian Khademi dan berjanji untuk memburu para pemimpin Iran satu per satu, menegaskan komitmen Israel dalam mengatasi ancaman dari Iran.
Sejak akhir Februari, Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran. Serangan ini telah mengakibatkan sejumlah pemimpin penting Iran tewas, termasuk yang paling mencolok adalah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Presiden Donald Trump memberikan ultimatum yang keras kepada Iran pada hari Minggu lalu. Dalam pernyataannya, Trump mengisyaratkan bahwa Amerika Serikat akan menargetkan infrastruktur penting di Iran, seperti pembangkit listrik dan jembatan, jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.
“Selasa akan menjadi hari serangan besar yang menargetkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran secara bersamaan. Ini akan menjadi sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya!” ujar Trump dalam sebuah unggahan yang dilansir oleh media.
Dalam pernyataannya, Trump juga memperingatkan para pemimpin Iran bahwa jika Selat Hormuz tidak dibuka hingga hari Selasa, mereka akan menghadapi konsekuensi serius yang ia gambarkan sebagai kehidupan dalam kondisi seperti neraka.
“Buka selat itu sekarang juga, atau kalian akan hidup dalam neraka, lihat saja nanti! Segala puji bagi Allah,” tulis Trump dalam pesannya kepada pemimpin Iran.
Di hari yang sama, Trump menyampaikan kepada koresponden utama luar negeri bahwa ia yakin kesepakatan dengan Iran dapat dicapai paling lambat pada tanggal 6 April 2026, yang merupakan batas waktu yang ditetapkannya agar Iran segera membuka kembali Selat Hormuz.
➡️ Baca Juga: Ulasan Headset Gaming Terkini dengan Efek Surround untuk Pengalaman Bermain yang Optimal
➡️ Baca Juga: Beasiswa Unggulan 2025 : Peluang Emas untuk Masa Depan




