Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
religi

Mencicipi Makanan Saat Puasa: Penjelasan Lengkap dari Buya Yahya yang Perlu Anda Ketahui

Jakarta – Banyak pertanyaan muncul mengenai hukum mencicipi makanan saat puasa, terutama di kalangan ibu rumah tangga maupun para pelaku usaha kuliner yang ingin memastikan cita rasa masakan mereka tetap optimal. Apakah tindakan ini dapat membatalkan puasa di bulan suci Ramadhan? Apa saja batasan yang ditetapkan dalam Islam terkait hal ini?

Ulama yang dikenal luas, Buya Yahya, memberikan penjelasan yang mendalam dan menenangkan mengenai isu ini. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan bahwa mencicipi makanan saat berpuasa pada dasarnya diperbolehkan, dengan catatan tertentu yang harus dipatuhi.

“Para ulama menjelaskan bahwa mencicipi makanan itu diperbolehkan, namun dengan syarat tidak menelannya. Mencicipi itu berarti merasakan di lidah, dan setelah tahu rasanya, harus dibuang,” jelas Buya Yahya dalam pernyataannya yang diambil dari YouTube Al-Bahjah TV pada Rabu, 4 Maret 2026.

Artinya, seseorang masih diperkenankan untuk merasakan sedikit makanan di lidahnya, hanya untuk memastikan rasanya, kemudian harus segera membuangnya. Selama tidak ada makanan yang sengaja ditelan dan masuk ke tenggorokan, maka puasa tetap sah.

Walaupun tindakan ini dibolehkan, Buya Yahya mengingatkan agar praktik mencicipi makanan tidak menjadi kebiasaan yang sering dilakukan, terutama jika hal tersebut bisa dihindari. Bagi mereka yang sudah berpengalaman dalam memasak, biasanya mereka sudah memahami takaran bumbu yang tepat.

“Jika memang perlu, seharusnya sudah bisa belajar dari resep, sehingga takaran bumbu bisa dipahami dengan baik sejak malam sebelumnya,” tambahnya.

Bagi para pelaku usaha seperti katering yang perlu memastikan rasa sebelum makanan dikirim kepada pelanggan, Buya Yahya memberikan solusi yang bijak. Ia menyarankan agar pengecekan rasa dilakukan pada malam hari sebelum puasa dimulai.

“Maka, rasa makanan bisa disiapkan di malam hari, dan esok harinya tinggal disajikan,” ungkap Buya.

Dengan cara ini, kewajiban menjaga kualitas rasa tetap terpenuhi tanpa mengorbankan ibadah puasa yang sempurna. Hal yang sangat ditekankan oleh Buya Yahya adalah pentingnya tidak membatalkan puasa hanya demi mencicipi makanan.

“Yang pasti, tidak diperbolehkan bagi Anda untuk tidak berpuasa hanya karena ingin mencicipi. Jadi, tetaplah berpuasa, dan Insya Allah, setelah itu rezeki Anda akan semakin lapang, serta permintaan dari pelanggan pun akan meningkat, semua itu disertai dengan keimanan yang ada dalam hati Anda,” tegasnya.

➡️ Baca Juga: Empat Pulau di Singkil yang Diperebutkan Aceh-Sumut Belum Dipastikan Ada Migas

➡️ Baca Juga: Cryptocurrency: Aset Digital Alternatif untuk Diversifikasi Investasi Modern Global

Related Articles

Back to top button