Komisi III DPR RI telah memberikan dukungan terhadap Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri, menggantikan posisi Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Keputusan tersebut diambil dalam sebuah rapat pleno setelah Komisi III DPR RI menyelenggarakan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Kapolri yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dalam sesi uji tersebut, Suyudi mengemukakan berbagai ide dan rencana yang akan dilaksanakannya jika diberikan kepercayaan untuk memimpin Korps Bhayangkara.
“Memasuki dekade keempat, kita harus mengakui bahwa perjalanan reformasi Polri memerlukan transformasi yang mendalam, baik secara struktural, instrumental, maupun kultural,” ungkap Suyudi di hadapan anggota DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Ia juga menyoroti bahwa kritik serta keluhan dari masyarakat terhadap Polri masih terus muncul. Suyudi menegaskan bahwa kritik yang disampaikan berdasarkan fakta dapat menjadi bahan evaluasi yang penting bagi institusi.
“Kritik dan keluhan yang kami terima bukanlah sesuatu yang perlu disembunyikan. Justru, kritik yang berbasis fakta merupakan bentuk peringatan dini agar institusi bisa lebih memahami apa yang perlu segera diperbaiki,” tegasnya.
Suyudi juga menekankan pentingnya pembentukan komisi percepatan reformasi Polri melalui Keputusan Presiden yang dikeluarkan pada tahun 2025. Menurutnya, langkah ini bisa menjadi momen krusial untuk mempercepat proses perbaikan dalam tubuh Polri.
“Ini bukanlah tugas yang mudah, namun pembentukan komisi percepatan reformasi Polri melalui Keputusan Presiden tahun 2025 adalah langkah signifikan untuk mempercepat pembenahan. Tujuannya bukanlah untuk melemahkan Polri, melainkan untuk memperkuat profesionalisme, akuntabilitas, kualitas pelayanan, dan hubungan Polri dengan masyarakat,” jelasnya lebih lanjut.
Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan agenda perbaikan jika ia diberi amanah untuk memimpin Polri. Suyudi mengungkapkan bahwa proses ini akan dilakukan dengan membuka ruang evaluasi terhadap berbagai kekurangan, sekaligus menjaga capaian yang telah diraih sebelumnya.
“Oleh karena itu, jika saya diberikan kesempatan, saya berkomitmen untuk melanjutkan upaya pembenahan dengan keberanian untuk melihat kelemahan institusi secara jelas, sambil tetap mempertahankan dan memperluas capaian yang telah dibangun oleh para pendahulu,” tegas Suyudi.
➡️ Baca Juga: Suporter Australia Bereaksi Setelah Tim Kanguru Kalah dari Timnas Indonesia U-20 dengan Memalukan
➡️ Baca Juga: Menpora Rincikan Bonus Rp3 Miliar untuk Atlet Peraih Medali Emas Perorangan dari Prabowo
