Jakarta – Suasana malam Ramadhan di halaman Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, terasa istimewa pada Jumat malam, 6 Maret 2026. Irama jazz bergema dengan merdu di pelataran masjid saat digelar Ramadhan Jazz Festival (RJF) ke-15, yang tidak hanya menampilkan keindahan musik tetapi juga semangat berbagi dalam bulan suci ini.
Ribuan pengunjung memenuhi area masjid untuk menikmati pertunjukan musik sekaligus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial yang merupakan inti dari festival ini.
Ramadhan Jazz Festival ini pertama kali digagas pada tahun 2010 oleh Remaja Islam Masjid Cut Meutia bekerja sama dengan komunitas WartaJazz. Sejak saat itu, festival ini telah berkembang menjadi salah satu acara musik Ramadan yang unik di Indonesia, mengintegrasikan unsur musik, spiritualitas, dan kepedulian sosial dalam satu panggung.
Memasuki tahun ke-15 penyelenggaraan, festival ini diadakan pada tanggal 6–7 Maret 2026 dengan mengangkat tema “Harmoni Pulihkan Negeri.” Tema ini diambil sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat di beberapa wilayah di Sumatera yang terdampak banjir bandang.
Ketua Ramadan Masjid Cut Meutia, M. Pradana Indraputra, menyampaikan bahwa Ramadhan Jazz Festival dirancang sejak awal sebagai bentuk dakwah melalui pendekatan budaya.
“Festival ini bukan hanya sekadar pertunjukan musik. Ini adalah cara kami menyampaikan nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan, terutama kepada generasi muda,” ungkapnya.
Festival ini juga mengusung konsep donasi sebagai bagian dari kehadiran pengunjung. Masyarakat dapat memberikan sumbangan melalui platform Goers atau secara langsung di lokasi acara.
Project Officer Ramadhan Jazz Festival ke-15, Ali Akbar Hasyemi, menjelaskan bahwa konsep ini memungkinkan pengunjung untuk menikmati musik sekaligus berkontribusi dalam aksi kemanusiaan.
“Kami ingin Ramadhan Jazz Festival menjadi ruang kebersamaan yang inklusif bagi semua orang. Melalui mekanisme donasi ini, setiap pengunjung dapat berkontribusi dalam gerakan sosial yang lebih besar,” tuturnya.
Seluruh hasil dari penjualan tiket Ramadhan Jazz Festival akan disalurkan sepenuhnya untuk program-program kemanusiaan, termasuk dukungan untuk rekonstruksi masjid dan berbagai kegiatan sosial di daerah yang terkena bencana.
Pada hari pertama festival, panggung diisi oleh berbagai musisi lintas generasi, termasuk Candra Darusman, Nikita Dompas bersama Detik Waktu Quartet, serta Galaxy Big Band Jazz Orchestra. Kolaborasi antara grup Krakatau dan musisi Andre Dinuth serta Barry Likumahuwa menjadi salah satu penampilan yang paling ditunggu-tunggu.
Dengan semangat yang tinggi, Ramadhan Jazz Festival ke-15 tidak hanya menawarkan hiburan tetapi juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya sosial yang lebih luas. Melalui setiap nada dan lirik, festival ini menciptakan momen yang mendekatkan masyarakat dalam kebersamaan dan kepedulian.
Sejalan dengan tema “Harmoni Pulihkan Negeri”, festival ini menegaskan pentingnya solidaritas dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Melalui kehadiran musik yang menginspirasi, pengunjung diajak untuk merasakan kedamaian sekaligus terlibat dalam aksi nyata untuk membantu sesama.
Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, Ramadhan Jazz Festival telah menjadi simbol kolaborasi antara seni dan kepedulian sosial. Kegiatan ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga wadah untuk mendukung inisiatif kemanusiaan yang sangat dibutuhkan di saat-saat sulit.
Seiring berjalannya waktu, festival ini terus berinovasi dan menarik perhatian lebih banyak pengunjung dari berbagai kalangan. Setiap tahun, RJF menawarkan sesuatu yang baru dan menarik, memastikan bahwa misi sosialnya tetap terjaga dan relevan.
Melalui pertunjukan musik yang berkualitas dan suasana yang inklusif, Ramadhan Jazz Festival ke-15 berhasil menciptakan ikatan yang lebih kuat di antara masyarakat, mengingatkan kita akan kekuatan musik dalam menyatukan hati dan pikiran untuk tujuan yang lebih besar.
➡️ Baca Juga: Palestina Oh Palestina, Mimpimu ke Piala Dunia Sirna di Menit Akhir
➡️ Baca Juga: Pemasangan Stairlift di Candi Borobudur Diklaim Tak Pakai Paku dan Bor
