Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen untuk tetap menjadi negara non-blok yang menghormati semua bangsa di dunia. Dalam pandangannya, Indonesia telah menjalani jalur yang tepat dengan tidak memihak kepada negara manapun.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang kini tengah memanas di kawasan Timur Tengah.
Prabowo menyampaikan, “Negara kita telah berada di jalur yang benar. Kita memilih untuk tidak berpihak kepada blok mana pun dan selalu berpegang pada prinsip bebas aktif, non-blok. Kami menghormati semua kekuatan dan negara, itulah prinsip dasar Indonesia,” dalam konferensi pers virtual pada Senin, 9 Maret 2026.
Ia juga menambahkan, “Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya menjadi pegangan dalam negeri, tetapi juga harus kita junjung tinggi di luar negeri dengan menghormati setiap bangsa, agama, ras, dan kelompok etnis.”
Prabowo menjelaskan bahwa saat ini, dunia dihadapkan pada dinamika yang sangat menantang. Ia menyebutkan adanya konflik yang melanda berbagai negara, termasuk perang yang sedang berlangsung di Eropa. Ia menunjukkan keprihatinan bahwa hampir seluruh kawasan Timur Tengah kini mengalami gejolak.
“Dunia saat ini berada dalam situasi yang berbahaya. Di hampir setiap sudut, kita melihat konflik dan perang, terutama di Timur Tengah. Baru-baru ini, kita juga menyaksikan perang besar di Eropa, khususnya di Ukraina. Sekarang, hampir seluruh Timur Tengah terjebak dalam ketidakstabilan,” katanya.
Meskipun Indonesia terletak jauh dari kawasan konflik tersebut, Prabowo menyadari bahwa dampak dari ketegangan internasional tersebut dapat mempengaruhi negara-negara di sekitarnya.
“Walau secara geografis kita jauh dari lokasi-lokasi tersebut, kita harus ingat bahwa dunia kini terasa lebih kecil. Peristiwa yang terjadi di satu kawasan dapat memiliki dampak signifikan terhadap kawasan lainnya,” pungkasnya.
➡️ Baca Juga: Memahami Perbedaan Penelitian: Kunci Sukses Akademik
➡️ Baca Juga: Apakah Harga Eceran Tertinggi MinyaKita Akan Mengalami Kenaikan?
