Penerapan Extended Reality dan Unreal Engine dalam Film ‘Pelangi di Mars’ Memperkenalkan Teknologi Baru di Indonesia

Industri perfilman di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang signifikan, seiring dengan meningkatnya eksperimen dalam genre dan teknologi produksi. Tidak hanya dalam aspek cerita, beberapa sineas lokal mulai mengadopsi pendekatan baru dalam pembuatan film mereka, termasuk memanfaatkan teknologi digital yang sebelumnya lebih umum digunakan dalam sinema global.
Inovasi yang dilakukan dalam industri film nasional ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat subsektor film sebagai salah satu motor penggerak ekonomi kreatif. Mari kita jelajahi lebih lanjut mengenai hal ini.
Salah satu proyek yang berhasil menarik perhatian adalah film fiksi ilmiah berjudul Pelangi di Mars, yang direncanakan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 18 Maret 2026. Film ini tidak hanya menyajikan cerita petualangan bertema luar angkasa, tetapi juga memperkenalkan penggunaan teknologi Extended Reality berbasis Unreal Engine dalam proses produksinya.
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memberikan dukungan dan apresiasi terhadap kehadiran film ini. Pemerintah menilai proyek ini sebagai contoh nyata dari inovasi dalam industri film tanah air yang mulai mengintegrasikan teknologi produksi kelas dunia.
Agustini Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf, menegaskan bahwa keberanian para sineas Indonesia untuk menjelajahi genre fiksi ilmiah adalah langkah positif bagi perkembangan subsektor film.
“Film ini mencerminkan keberanian sineas Indonesia dalam menggali genre fiksi ilmiah yang selama ini relatif jarang dikerjakan dalam perfilman nasional,” ujarnya saat menghadiri kegiatan pemutaran perdana di Plaza Senayan XXI, Jakarta pada Jumat, 13 Maret 2026.
Lebih lanjut, Agustini menambahkan, “Penggunaan teknologi Extended Reality berbasis Unreal Engine dalam produksi film ini juga menunjukkan bahwa industri film Indonesia memiliki kemampuan untuk mengadopsi inovasi teknologi tingkat tinggi.”
Dia juga menekankan bahwa keberagaman genre serta pemanfaatan teknologi produksi yang semakin maju mencerminkan kemajuan yang positif dalam industri film Indonesia. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi lintas sektor guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
“Kami berharap film ini dapat memberikan inspirasi kepada lebih banyak sineas Indonesia untuk terus bereksperimen dengan teknologi baru dan menghadirkan cerita yang relevan bagi masyarakat. Industri film merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif yang kami dorong sebagai motor penggerak baru bagi perekonomian nasional,” tutup Agustini.
Di samping aspek teknologi, film keluarga ini juga dinilai memiliki peran strategis dalam menawarkan pilihan hiburan untuk berbagai generasi, terutama pada momentum Ramadan dan Lebaran, ketika aktivitas menonton bersama keluarga semakin meningkat.
➡️ Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 di Jakarta untuk Kamis, 5 Maret 2026
➡️ Baca Juga: Kolaborasi Band Lokal dan K-Pop Tuai Antusiasme




