Jakarta – PT DCI Indonesia Tbk (DCII), yang merupakan perusahaan pusat data yang dimiliki oleh Otto Toto Sugiri, mencatatkan kinerja keuangan yang mengesankan untuk tahun 2025. Pendapatan perusahaan mengalami kenaikan signifikan sebesar 40,1 persen secara tahunan, dari Rp 1,8 triliun menjadi Rp 2,5 triliun.
Direktur Keuangan DCI, Evelyn, menyatakan bahwa pertumbuhan yang mengesankan ini didorong oleh kontribusi dari gedung pusat data baru JK6 yang mulai beroperasi pada tahun 2025. Selain itu, pendapatan yang meningkat juga berasal dari keberhasilan ekspansi bisnis baik dari klien lama maupun yang baru.
“Pertumbuhan pendapatan ini mencerminkan kontribusi dari gedung pusat data JK6 yang baru beroperasi, ditambah lagi dengan perkembangan positif dari ekspansi bisnis pelanggan kami, baik yang sudah ada maupun yang baru,” ungkap Evelyn, seperti yang dikutip dari sumber yang terpercaya.
Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba bersih perusahaan juga melesat 25,7 persen, mencapai Rp 1 triliun pada tahun 2025. Sementara itu, EBITDA mengalami peningkatan sebesar 31 persen menjadi Rp 1,5 triliun.
“Pencapaian ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengembangkan kapasitas dan memperluas skala operasional secara disiplin dan berkelanjutan,” tambah Evelyn.
Selama lima tahun terakhir, DCI telah menunjukkan konsistensi dalam pertumbuhan dan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin di industri pusat data di Indonesia. Sejak tahun 2021, rata-rata tahunan pertumbuhan pendapatan perusahaan (CAGR) tercatat sebesar 30,7 persen, sementara EBITDA tumbuh 28,7 persen, dan laba bersih mencapai 40 persen.
Dari sisi neraca, total aset perusahaan meningkat menjadi Rp 6,6 triliun, dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 22,1 persen sejak 2021. Liabilitas tercatat mencapai Rp 2,6 triliun, mengalami kenaikan rata-rata 10,4 persen. Sementara itu, ekuitas perusahaan mencapai Rp 4 triliun, sejalan dengan pertumbuhan laba yang berkelanjutan.
“Posisi ini mencerminkan komitmen kami untuk terus memperluas investasi di gedung pusat data guna memenuhi permintaan yang ada di pasar,” jelas Evelyn.
Evelyn juga menegaskan bahwa perusahaan akan terus fokus pada investasi untuk memperkuat kapasitas dan keandalan operasional, mengingat meningkatnya permintaan untuk layanan pusat data. Realisasi belanja modal tahun 2026, menurutnya, sudah sesuai dengan rencana dan akan diprioritaskan untuk ekspansi kapasitas pusat data.
“Ke depan, kami akan terus melakukan investasi dengan disiplin untuk memastikan kami tetap berada di posisi terdepan sebagai pemimpin pasar,” pungkas Evelyn.
➡️ Baca Juga: Strategi Pemasaran Podcast untuk Menjangkau Audiens Baru Secara Efektif dan Luas
➡️ Baca Juga: Kadis PUPR OKU dan Tiga Anggota DPRD OKU Berompi Tahanan KPK
